Blusukan Kampung, Wali Kota Semarang Periksa Saluran Air

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Semarang Hendrar Prihadi blusukan ke Kelurahan Purwodinatan.

    Wali kota Semarang Hendrar Prihadi blusukan ke Kelurahan Purwodinatan.

    INFO NASIONAL— Menyambangi Kelurahan Purwodinatan beberapa waktu lalu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau Hendi, mendapati sejumlah PR yang membutuhkan penanganan. Dalam catatannya, Hendi memberi perhatian khusus terkait tidak berfungsinya saluran air di wilayah Petolongan.

    “Khusus untuk kawasan Petolongan menurut saya harus segera ditangani karena akan menyebabkan genangan saat hujan,” ujar Hendi kepada Iswar Aminuddin, Sekda Kota Semarang. Iswar pun langsung diinstruksikan untuk melakukan pembenahan dan pembongkaran saluran tengah. Instruksi itu kemudian langsung direspons dengan mendatangkan alat berat untuk pembenahan wilayah di hari yang sama.

    Penyelesaian, menurut Iswar, akan memakan waktu kurang lebih dua minggu. Dengan adanya proyek tersebut, penutupan jalan akan dilakukan sementara kecuali bagi warga yang tinggal dilokasi pembangunan.

    Menyikapi permasalahan tersebut, Hendi juga mengajak warga untuk lebih aktif serta peka melihat permasalahan yang muncul di lingkungan sekitar. Berbagai kanal komunikasi yang tersedia dimintanya untuk dimanfaatkan sehingga masalah di lapangan dapat segera tertangani.

    “Yang kita butuhkan adalah komunikasi dan nyengkuyung bersama. Kelemahan Wali Kota adalah tidak punya aliran kebatinan, jadi kalau ada masalah atau sesuatu yang membuat kurang nyaman langsung dikomunikasikan. Bisa lewat Whatsapp, datang langsung ke kantor atau rumah, lapor lewat media sosial atau aplikasi lapor Hendi, silakan,” kata Hendi.

    Semua itu merupakan bentuk kepedulian yang perlu terus dilakukan untuk mengawal pembangunan kota, lanjut Hendi. Selain itu, Hendi juga menyempatkan diri melakukan dialog dengan masyarakat di Klenteng Tay Kak Sie tersebut. Di sana Hendi mengapresiasi guyub rukun warga yang tercermin dengan ramainya warga tanpa memandang agama dan kepercayaan. Hendi pun sepakat guyub rukun tersebut perlu terus dijaga dan dipertahankan untuk menjaga keutuhan NKRI yang kaya dengan keragaman.

    Terakhir, Hendi meminta seluruh warga untuk menyemarakkan HUT ke-74 RI dengan berbagai kegiatan seperti lomba anak-anak, tirakatan dan lainnya. “Berbagai agenda tersebut meski sederhana adalah tanda cinta kita untuk bangsa Indonesia,” ujar Hendi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.