Listrik Padam Massal, Sofyan Basir Bicara Tugas Direksi PLN

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir setelah menjalani pemeriksaan perdana pasca-ditahan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Sofyan Basir kembali diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi Direktur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir setelah menjalani pemeriksaan perdana pasca-ditahan, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019. Sofyan Basir kembali diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Listrik padam massal di setengah Pulau Jawa kemarin, Minggu, 4 Agustus 2019, mengusik bekas Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir untuk berkomentar. Sofyan kini terdakwa perkara korupsi proyek PLTU Riau yang tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

    Sofyan menyatakan dia berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan oleh jajaran PLN. "Mari diselesaikan dengan cepat untuk kepentingan masyarakat banyak, itu saja," ujarnya di PN Jakarta Pusat hari ini, Senin, 5 Agustus 2019.

    Dia menuturkan bahwa dirinya sudah tidak memimpin PLN lagi sehingga tak mengetahui mengapa terjadi listrik padam secara massal. "Biarlah serahkan kepada direksi."

    Mengenai bagaimana mengantisipasi supaya listrik padam massal tak terulang, kepada pers, Sofyan Basir mengatakan swastanisasi listrik tak perlu dilakukan. Swastanisasi akan berimplikasi orientasi profit alias keuntungan, Sedangkan PLN tak berorientasi keuntungan, bahkan mengucurkan subsidi.

    AULIA ZITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.