Brigade Muslim Indonesia: Tak Ada Razia Buku di Gramedia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lemari buku. thebookcaseco.co.uk

    Ilustrasi lemari buku. thebookcaseco.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Brigade Muslim Indonesia Muhammad Zulkifli membantah jika dirinya bersama rekan-rekannya melakukan razia buku dan penyitaan buku-buku berjudul “Dalam Bayang-Bayang Lenin”, “Pemikiran Karl Marx”, dan “Tokoh-Tokoh Dunia yang Mempengaruhi Pemikiran Bung Karno” di Gramedia Trans Mall, Sabtu 3 Agustus 2019.

    “Kami tidak lakukan razia, kita hanya memantau saja. Kalau razia kita sudah ditangkap,” ucap Zulkifli kepada Tempo, Ahad 4 Agustus 2019.

    Ia menceritakan bahwa awalnya dirinya bersama teman-teman ke Trans Mall untuk melakukan pemantauan. Di situ didapatilah buku-buku yang berpaham Marxisme dan komunisme. Bahkan ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Gramedia yang menjual buku tersebut.

    “Kami berdialog tentang pelarangan buku itu, dan memberikan pemahaman ke orang Gramedia,” kata dia.

    Setelah itu, lanjut Zulkifli, barulah pihak toko buku Gramedia di sana paham jika buku itu dilarang. Mereka, klaim Zulkifli, juga sepakat bentuk penyebaran paham marxisme bisa melalui buku. Tapi menurut Zulkifli, buku tersebut dikembalikan lagi ke pihak Gramedia, bukan mereka sita.

    “Mereka akui jika itu barang sudah pernah disortir, ternyata masih ada yang lolos. Jadi mereka sendiri yang menarik dan mengembalikan ke pihak percetakan,” kata Zulkifli.

    Sebelumnya, viral di media sosial empat orang yang mengatasnamakan BMI sedang memegang buku di toko buku Gramedia. Trans Mall Makassar. Menurut seorang pria di video itu, mereka merazia buku yang berisi tentang paham Marxisme. "Jadi kita sepakat bahwa Makassar harus bebas paham-paham Marxisme dan paham-paham Leninisme," ujar pria tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.