Tim Olimpiade Komputer Raih Emas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) meraih satu medali emas dan dua medali perunggu dalam ajang Olimpiade Informatika tingkat Asia Pasifik (APIO) 2008 yang diselenggarakan di Thailand pada 10 Mei lalu. Tim Indonesia diwakili oleh Irvan Jahja Emas (SMA St. Aloysius Bandung), Reinadus Surya Pradhitya Perunggu (SMA Kanisius Jakarta) dan Listiarto Wastuargo Perunggu (SMAN 3 Yogyakarta). APIO adalah kontes pemograman secara online. Tiap negara mengerjakan tugas di negara masing-masing dengan diawasi oleh pengawas resmi. Peserta mengirimkan jawaban kepada server negara penyelenggara melalui internet. Ujian dilakukan online dalam waktu bersamaan, ujar Humas TOKI Fauzan Joko saat dihubungi Tempo melalui telepon, Jumat (16/5). Prestasi ini, kata dia, meningkat dibanding tahun lalu saat Indonesia hanya mendapatkan satu perunggu melalui Karol Danutama (SMA Kanisius Jakarta). Hasil yang diraih Irvan amat membanggakan karena berhasil menembus dominasi peserta dari Cina yang memborong tujuh medali emas. Irvan mendapatkan nilai penuh 300. Itu artinya ia sempurna menyelesaikan tiga soal yang diberikan, kata Fauzan.Peserta APIO kali ini akan diikutsertakan dalam International Olympiad in Informatics 2008 di Kairo, Mesir pada Agustus mendatang. Negara yang ikut serta dalam APIO tahun ini yaitu Australia, Bangladesh, Cina, Taiwan, India, Indonesia, Jepang, Korea, Makau, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Srilanka dan Thailand. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Sungkowo menyatakan pemenang olimpiade akan dijamin kelangsungan pendidikannya di perguruan tinggi di Indonesia melalui Peraturan Menteri. Bukan hanya bebas masuk fakultas apapun, tapi juga beasiswa hingga tamat termasuk biaya hidupnya, janji dia. Reh Atemalem Susanti

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.