GP Ansor Anggap Cak Imin Cocok Jadi Ketua MPR

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI  Abdul Muhaimin Iskandar

    Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerakan Pemuda Ansor mendorong Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi Ketua MPR. GP Ansor menilai Cak Imin cocok menjadi Ketua MPR karena punya pengalaman politik yang panjang.

    "Wawasan dan jaringan politiknya yang luas jarang dimiliki tokoh lain,” ujar Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Sabtu, 4 Agustus 2019.

    Yaqut mengatakan Cak Imin juga masih tergolong muda, yakni 52 tahun. Modal itu dianggapnya membuat Cak Imin dapat berpikir cepat dan bisa bertindak total. Selain itu, Cak Imin dia nilai juga pandai berkomunikasi dengan kaum tua sampai milenial. "Dia bisa menyapa aktif lewat media sosial seperti Twitter, Instagram. Ini modal penting bagi pemimpin MPR di era sekarang,” kata dia.

    Dorongan dari organisasi pemuda yang berafiliasi Nahdlatul Ulama itu datang ketika Cak Imin terkesan sudah tak lagi ngotot menginginkan jabatan Ketua MPR. Cak Imin mengatakan figur ketua MPR akan dibicarakan bersama-sama di internal partai koalisi pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

    "Nanti kami lihat figur ketua yang paling pas. Saya sih silakan saja kalau ada yang lebih baik dari saya, saya enggak ada masalah," kata Muhaimin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Cak Imin mengatakan partai koalisi Jokowi-Ma'ruf sepakat membicarakan masalah paket pimpinan MPR secara bersama-sama. Dia tak membantah atau membenarkan saat ditanya apakah partai koalisi sudah sepakat memberikan kursi ketua MPR untuk Partai Golkar, sebagaimana diklaim Golkar sebelumnya.

    ROSSENO AJI | THERESIA B. U PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.