Senam Pagi Bersama Para Menteri, Jokowi Pilih Barisan Belakang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, berada di tengah barisan, saat senam bersama, di acara family gathering Kabinet Kerja, yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad pagi, 4 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, berada di tengah barisan, saat senam bersama, di acara family gathering Kabinet Kerja, yang digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad pagi, 4 Agustus 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar family gathering bersama para menteri Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan Bogor, Ahad pagi, 4 Agustus 2019. Kegiatan itu dibuka dengan senam bersama di halaman Istana.

    "Acara ini sudah dirancang sejak lama. Ini sekaligus mengeratkan persaudaraan,  solidaritas tanpa batas," kata Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung di lokasi acara.

    Kegiatan itu tak hanya diikuti oleh jajaran menteri saja, namun juga keluarga masing-masing menteri. Jokowi tiba ke lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, bersama sang istri Iriana Joko Widodo. Ia juga di damping oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri, Mufidah Jusuf Kalla.

    Ada yang unik saat Jokowi akan senam. Ia dan JK tak memilih senam di barisan depan. Ia justru langsung berjalan ke belakang dan berbaur di tengah peserta lain. Sedangkan Iriana dan Mufidah, tetap berada di barisan depan.

    Di barisan depan, beberapa menteri tampak cukup bersemangat mengikuti gerakan instruktur senam. Mereka adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Staf Presiden Moeldoko, hingga Jaksa Agung Muhammad Prasetyo.

    Baik Jokowi maupun JK mengikuti senam dari awal hingga berakhir. Usai berolahraga, mereka bersantai dengan makan dan meminum kopi yang disediakan di sekitar area acara.

    Luhut yang hadir bersama anak dan cucunya mengaku senang dengan kegiatan ini. "Anak-anak suka yang seperti ini," kata dia tersenyum.

    Bagi Luhut, kegiatan semacam ini bisa menjadi semacam pelepas lelah dan keluar dari rutinitas sementara dari tugas menteri. "Hari ini saya di sini sebagai opung," kata dia terkekeh. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.