Kubu Bamsoet Janjikan Kejutan Menjelang Munas Golkar

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Bamsoet mendeklarasikan diri sebagai pesaing Airlangga Hartarto bersama lima orang lainnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman  W

    Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar saat konferensi pers di Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Bamsoet mendeklarasikan diri sebagai pesaing Airlangga Hartarto bersama lima orang lainnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar Yorrys Raweyai menyatakan optimistis musyawarah nasional atau Munas Golkar partainya bisa digelar pada awal September mendatang. Loyalis Bambang Soesatyo atau Bamsoet ini juga meyakini dalam waktu dekat akan digelar rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat Golkar.

    "Kita lihat (Bambang Soesatyo) pasti menang dan kami akan lakukan pada awal September," kata Yorrys di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Menurut Yorrys, dalam waktu dekat akan digelar pleno DPP. Dia juga mengklaim bakal ada kejutan dari kubu Bamsoet pada pekan depan. Namun, Yorrys tak merinci kapan pleno akan digelar dan apa kejutan yang dia maksud. "Lihat saja minggu depan, mulai hari Senin. Adalah pokoknya."

    Mantan Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar ini pun menyebut masih banyak waktu untuk mendorong terjadinya munas pada awal September. Dia menjelaskan, dari digelarnya pleno hingga rapat pimpinan nasional memerlukan waktu sekitar satu minggu saja.

    Setelah Rapimnas Golkar, tahapan dilanjutkan dengan pembentukan dewan pengarah dan panitia pelaksana munas, serta panitia pencalonan. "Habis (rapimnas) itu terus persiapan, pembentukan OC (organizing committee), SC (steering committee), terus panitia pencalonan," kata dia.

    Yorrys pun berpendapat Munas Golkar harus digelar sebelum pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, presiden, dan kabinet pada 20 Oktober mendatang. Dia beralasan, partai-partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang lain juga menempuh forum musyawarah tertinggi di internal masing-masing. Semisal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang akan menggelar kongres dan Partai Kebangkitan Bangsa yang bakal menghelat muktamar. Menurut dia, konsolidasi internal partai memang harus dilakukan sebelum periode pemerintahan baru.

    Kubu lawan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, berkukuh Munas akan digelar Desember mendatang. Airlangga juga menilai tak ada urgensi mempercepat munas.

    Dalam deklarasi pencalonan ketua umum pada Kamis, 18 Juli 2019, Bamsoet mengusulkan Munas Golkar digelar setelah pelantikan presiden dan kabinet. Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar ini sekaligus ingin menampik tudingan dirinya mengincar jabatan-jabatan sehingga mendorong munas dipercepat. "Agar tidak ada tudingan bagi kami, bahwa kami mengincar posisi-posisi penting karena merebut partai sebelum pengisian jabatan-jabatan itu," ujar Bamsoet dia di Hotel Sultan, Jakarta.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.