Risma Dinilai Bisa Maju DKI-1, Aria Bima Bandingkan dengan Anies

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Aria Bima. TEMPO/Subekti

    Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Aria Bima. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aria Bima tak ambil pusing dengan cuitan anggota Tim Gubernur DKI Jakarta Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Marco Kusumawijaya yang menyindir Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma.

    Aria Bima mengatakan secara capaian dalam menyelesaikan masalah perkotaan, Risma jelas lebih berhasil dibandingkan Gubernur DKI Anies Baswedan. "Itu modal Risma untuk maju di DKI," kata Aria saat dihubungi Tempo hari ini, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Menurut dia, rekam jejak Risma solid dan berhasil membangun Kota Surabaya. Aria Bima mengakui beda skala Surabaya dengan DKI, namun keberhasilan Risma menata Surabaya dinilainya jauh di atas kinerja Anies di Jakarta.

    Sebelumnya. Marco mengomentari wacana anggota DPRD DKI Jakarta Bestari Barus bahwa Risma pantas memimpin Jakarta untuk membereskan banyak masalah, seperti sampah. Komentar Marco di Twitter tersebut dinilai menyinggung pribadi Risma dan bukan soal kinerja. Dia menyebut soal putra Risma, Fuad Bernardi, yang beberapa waktu lalu diperiksa Polda Jawa Timur sebagai saksi kasus Jalan Gubeng yang ambles. Bahkan, dia menilai Risma pantas menjadi Kepala Dinas Persampahan di DKI.

    "Keren! Bagus banget buat Jakarta kalau Bu Risma mau Jadi Kepala Dinas Persampahan. Dinas Lingkungan Hidup salah satunya bisa dipecah menjadi Dinas Persampahan. Semoga beliau mau, kalau sdh lega dg urusan anaknya," cuit Marco via akun pribadinya, @mkusumawijaya.

    Cuitan Marco dibalas Humas Kota Surabaya pada Jumat lalu, 2 Agustus 2019. Via Twitter, pemerintah Kota Surabaya menilai Marco sudah memasuki ranah pribadi, bukan lagi profesional. "Kami menyesalkan hal tersebut karena menyerang secara personal Wali Kota Surabaya," tulis akun tersebut menanggapi komentar anak buah Anies tersebut.

     EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.