Kolega Jagokan Sekjen PPP Arsul Sani Jadi Pimpinan MPR

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani saat ditemui usai acara pembukaan Mukernas PPP di Hotel Ledian, Serang, Banten pada Jumat, 19 Juli 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani saat ditemui usai acara pembukaan Mukernas PPP di Hotel Ledian, Serang, Banten pada Jumat, 19 Juli 2019. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Arwani Thomafi menjagokan sekretaris jenderal partai, Arsul Sani, untuk menjadi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

    Arwani menilai secara ketokohan Arsul layak untuk menempati jabatan tersebut. "Saya menjagokan Pak Arsul Sani," kata Arwani ketika ditemui Tempo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Arwani menuturkan, Arsul adalah sosok yang komunikatif dan bisa diterima oleh partai-partai lain. Ketua Fraksi PPP MPR ini juga menilai Arsul memiliki latar belakang pengalaman yang memadai.

    "Pak Arsul figur yang selama ini juga komunikasi dengan teman-teman di luar PPP cukup bagus. Latar belakang beliau di bidang hukum juga saya kira akan mampu memberikan peran penguatan MPR ke depan," kata dia.

    Empat partai pengusung Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin menyatakan bahwa akan mengutamakan koalisi dalam penyusunan paket pimpinan Masjelis Permusyawaratan Rakyat. Mengingat ada lima partai pengusung Jokowi yang lolos ke parlemen, ada satu partai yang tak akan kebagian jatah. Sebab, paket pimpinan MPR terdiri dari empat orang unsur DPR dan satu orang perwakilan Dewan Perwakilan Daerah.

    Arwani mengatakan komposisi paket pimpinan sebaiknya lebih menimbang aspek ketokohan, ketimbang perolehan suara di pemilihan legislatif 2019. Ditilik dari aspek ini, dia pun menilai PPP layak menjadi pimpinan kendati perolehan suaranya paling kecil.

    "Penghormatan terhadap pemenang pemilu atau peraih kursi dalam pemilu itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah figur ke depan. Kami tidak ingin melupakan pentingnya sosok yang memang mampu membawa MPR ini menjadi rumah kebangsaan," kata Arwani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.