Prioritaskan Danau Toba, Jokowi: Bukan karena Menang 97 Persen

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi menghadiri Kongres Nasional Bara JP di The Forest Hotel, Bogor, 2 Agustus 2019. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi menghadiri Kongres Nasional Bara JP di The Forest Hotel, Bogor, 2 Agustus 2019. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membantah memprioritaskan pembangunan kawasan Danau Toba karena meraih suara banyak saat Pilpres 2019. "Bukan karena kita menang di situ. Tapi memang faktanya di Kabupaten Samosir itu kemenangannya 97 persen. Tapi bukan karena itu," kata Jokowi dalam Kongres Nasional Bara JP di The Forest Hotel, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Jokowi mengatakan, pemerintah memang ingin membangun kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata berkelas. Pasalnya, sudah berpuluh tahun lamanya Danau Toba, khususnya dermaganya tak tersentuh pembangunan. Padahal, Danau Toba memiliki potensi yang besar.

    Menurut Jokowi, untuk menata kawasan Danau Toba setidaknya butuh anggaran hingga Rp 3,8 triliun. Saat melakukan kunjungan ke sana selama 3 hari pada beberapa waktu lalu, Jokowi menargetkan penataan di sana selesai tahun depan.

    Ia pun menantang para relawannya untuk menyambangi Danau Toba saat ini, kemudian kembali lagi ke sana pada akhir tahun depan. "Akan Bapak Ibu lihat betul-betul perbedaannya seperti apa sebelum dan sesudah," ujarnya.

    Selain Danau Toba, Jokowi mengatakan wilayah Manado juga menjadi prioritas pembangunan. Jokowi ingin ada banyak turis berdatangan ke sana. Sehingga, ia pun meminta penataan dilakukan mulai dari airport, seperti runway yang diperpanjang dan terminal diperluas.

    "Saya juga sudah sampaikan, target tahun depan, akhir tahun depan semuanya sudah rampung," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.