Ade Armando Tuding Dewan Guru Besar UI Terpapar Islam Tarbiyah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ade Armando, mengikuti Global Inter Media Dialogue (GIMD) 2017 di Universitas Indonesia, Depok. Ade menjadi salah satu pembicara di konferensi yang diikuti akademisi, jurnalis dan aktivis media dari berbagai negara. TEMPO/Martha Warta Silaban

    Ade Armando, mengikuti Global Inter Media Dialogue (GIMD) 2017 di Universitas Indonesia, Depok. Ade menjadi salah satu pembicara di konferensi yang diikuti akademisi, jurnalis dan aktivis media dari berbagai negara. TEMPO/Martha Warta Silaban

    TEMPO.CO, JakartaAde Armando menuding Dewan Guru Besar UI punya hubungan dengan kelompok Islam Tarbiyah.

    "Jelas berhubungan dengan Tarbiyah. Pengaruh kelompok ini kan menguat termasuk di DGB UI," kata Ade kepada Tempo pada Jumat, 2 Agustus 2019.

    Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini, pandangan tersebut menguat lantaran DGB UI menolak dirinya menjadi Guru Besar UI lantaran dianggap bermasalah dengan integritas dan etika.

    Meski DGB tak menjelaskan bukti konkret penolakan itu, Ade menilai DGB memandang ia bermasalah dengan integritas dan etika dari cuitan dan status di media sosialnya yang terkesan keras dan kasar.

    "Enggak masalah kalau mempermasalahkan cuitan dan status FB saya. Tapi kalau saya kritik itu kan bukan berarti saya anti islam. Lihat konteksnya dong saya sedang perjuangkan apa. Kalau kita enggak berani kritik perilaku yang kita anggap bertentangan dengan kepentingan bangsa, bayangkan perguruan tinggi akan jadi melempem," katanya.

    Di sisi lain Ade menjelaskan, menurutnya ada sejumlah Guru Besar UI yang menunjukkan anti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan anti Tionghoa dengan menulis status di media sosial tanpa teguran sedikit pun dari DGB UI. "Malah tidak ada teguran tuh. Biasa-biasa saja," katanya.

    Atas hal tersebut Ade menilai kelompok Tarbiyah semakin menguat di lingkup Guru Besar UI. Dia menilai guru besar yang islamis tersebut justru menghambat orang-orang seperti Ade untuk berani berekspresi dan mengutarakan pendapat.

    "Saya khawatir kalau mereka akan terus melakukan ini. Harus dilawan. Nanti orang akan ketakutan untuk ngomong di media, tidak berani kritik," katanya.

    Ade menilai jika rezim Guru Besar UI terpapar kelompok yang bermaksud menguasai UI untuk kepentingan islamisme, justru akan berbahaya bagi banyak pihak. "Bahayanya terhadap orang-orang pluralis dan yang bicara terbuka, bahkan non muslim," ucapnya.

    Adapun Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) secara resmi mengatakan tidak pernah mengeluarkan keputusan untuk menolak proses pengusulan Ade Armando sebagai Guru Besar UI.

    "Karena setiap pengusulan yang belum memenuhi syarat dikembalikan untuk diperbaiki hingga dipenuhinya persyaratan sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan entang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Profesi dan Karir DeSen Ul," kata Rifelly Dewi Astuti, Kepala Kantor Humas dan KIP UI melalui keterangan tertulis pada Jumat, 2 Agustus 2019.

    Selain itu Rifelly juga menegaskan Ade Armando telah menandatangani Pakta Integritas Sivitas Akademika UI pada 16 Maret 2018. Pakta itu antara lain berisi ikrar untuk menjunjung tinggi Kode Etik dan Kode Perilaku Sivitas Akademika yang berlaku di UI.

    Penandatanganan itu juga menunjukkan Ade akan menjaga martabat UI dengan menjunjung tinggi norma kesusilaan dan berkomunikasi secara santun, menghormati dan berperilaku yang tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

    Lebih lanjut Rifelly menegaskan, UI berkomitmen untuk meningkatkan jumlah Guru Besar dan Lektor Kepala sepanjang memenuhi persyaratan akademik dan non akademik. Persyaratan itu adalah integritas, etika, dan tata krama dosen berdasarkan Kode Etik dan Kode Perilaku Sivitas Akademika UI yang telah ditetapkan dengan Peraturan Rektor No.14 tahun 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.