Minta PAN Jadi Oposisi, Amien Rais: Hidup Cuma Sekali

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais didampingi Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo (kanan) dan Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (kiri) menggelar konferensi pers menceritakan isi surat dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Daksa I Nomor 10, Jakarta Selatan, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Amien Rais menulis surat kepada para kader Partai Amanat Nasional atau PAN. Surat itu dibacakan dalam acara focus group discussion atau FGD PAN di Jakarta. Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengingatkan bahwa menjadi oposisi adalah posisi yang bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih partai.

    "Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis. Jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang," kata Amien dalam surat yang dibacakan  Icu Zukafril, senior instruktur PAN di Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Dalam FGD yang bertajuk Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur itu, mantan Ketua MPR itu melalui suratnya juga menyampaikan bahwa pemerintahan Joko Widodo akan melanjutkan kebijakannya yang jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara. Amien menilai politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan Cina. 

    "Sementara kepentingan rakyat sendiri hanya dipidatokan untuk lips service dan meninabobokan masyarakat luas," kata Amien.

    Amien mengatakan, alangkah aib dan malu, serta hina dina di hadapan Allah jika PAN menggadaikan akidah dan politik untuk kepentingan sesaat. "Sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali," katanya.

    Lebih lanjut Icu membacakan, Amien berharap jangan sampai tangan PAN ikut kotor berlumuran dosa sejarah. Musababnya, kata dia karena ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari Pasal 33 UUD 1945 dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila.

    "Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoi-Nya. Jangan sebaliknya," kata Amien Rais.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.