Politikus PDIP Ingatkan Koalisi Soal Susunan Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di acara tasyakuran hari ulang tahun PDIP ke-46 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Tempo/M Rosseno Aji

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di acara tasyakuran hari ulang tahun PDIP ke-46 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019. Tempo/M Rosseno Aji

    Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan kepada partai-partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) agar tidak menekan-nekan Presiden Terpilih Joko Widodo atau Jokowi dalam menyusun kabinet di periode mendatang.

    "Presiden yang menentukan pilihan, sehingga seharusnya tidak ada tekan-menekan di dalam penyusunan kabinet itu," ujar Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP Diponegoro, Jakarta, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Jika ada partai yang menekan dengan alasan balas jasa karena ikut memobilisasi dukungan masyarakat, ujar Hasto, hal yang tidak boleh dilupakan adalah pilihan rakyat tetap ditentukan sosok presiden yang diusung.

    "Jadi jangan ditiadakan hak prerogatif presiden. Presiden tetap berdaulat, meski diusung partai," ujar bekas Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini.

    Saat ini, sejumlah partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja blak-blakan meminta jatah menteri setelah ikut berkeringat saat kampanye. Jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap mendapat jatah 10 kursi menteri, belakangan Partai NasDem terang-terangan menginginkan jatah kursi menteri yang lebih besar dari PKB di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Alasannya, NasDem memiliki perolehan kursi yang lebih besar dari PKB. Partai restorasi itu meminta jatah 11 kursi menteri dalam pemerintahan Jokowi jilid II.

    DEWI NURITA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.