Pencemaran Pesisir Karawang, Petambak Bandeng Tuntut Pertamina

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga setempat mengorek pasir bercampur minyak mentah yang mencemari Pantai Pisangan di Desa Cemara Jaya, Karawang. Foto: Dokumentasi Warga.

    Warga setempat mengorek pasir bercampur minyak mentah yang mencemari Pantai Pisangan di Desa Cemara Jaya, Karawang. Foto: Dokumentasi Warga.

    TEMPO.CO, Karawang - Sejumlah petambak di Desa Cemara Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuntut Pertamina ONWJ segera membayar ganti rugi akibat tumpahan minyak mentah atau oil spill yang menyebabkan pencemaran di pesisir Karawang. Tumpahan minyak mencemari tamnbah bandeng mereka sejak Ahad lalu, 21 Juli 2019. 

    Acing Ismail, 55 tahun, sesepuh kelompok petambak di Cemarajaya, berharap Pertamina segera membayar ganti rugi. Hingga saat ini belum jelas kapan Pertamina akan membayarkannya. "Kami sedang nunggu," kata Acing kepada Tempo pada Rabu lalu, 31 Juli 2019.

    Pantauan Tempo, pencemaran minyak mentah di sejumlah pantai Karawang terus terjadi. Meski pantai selalu dibersihkan, tumpahan minyak hitam kental kembali berdatangan. Minyak-minyak itu kembali mengotori pantai seiring datangnya angin laut pada siang hingga sore hari sehingga pada esok pagi pantai sudah kotor.

    "Sudah seminggu lebih begitu terus," ucap Acing.

    Menurut Acing, ada petambak terpaksa panen dini. Yang lebih sial, petambak yang telanjur memesan nener atau bibit bandeng dari luar daerah. Acing mengalami ketika baru saja menabur 1,5 juta ekor nener yang dibeli dari Bali seharga Rp 40 juta, terjadi pencemaran minyak sehingga panen bandeng hanya mimpi. Bibit mati dan modal pun melayang.

    Dia menerangkan bahwa kawan-kawannya masih mendata total kerugian. Pencemaran juga berdampak pada penghasilan pengusaha hidangan laut. Di Pantai Samudera Baru, misalnya, pengunjung tak lagi ramai sejak pantai wisata itu tercemar.

    "Sudah seminggu ini sepi pengunjung. Warung juga sekarang sepi, tak seramai biasanya," kata Yunus, pengelola rumah makan di Pantai Samudera Baru.

    Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengimbau pengelola pantai-pantai wisata di Karawang tutup sementara tanpa batas waktu. "Karena air laut sedang tercemar. Dan tergolong berbahaya. Kami khawatir wisatawan bakal gatal-gatal jika berenang," katanya hari ini, Kamis, 1 Agustus 2019. 

    Cellica menyatakan sudah instruksikan kepada para kepala desa yang wilayahnya kena pencemaran untuk mendata jumlah kerugian yang dialami warga. Namun, dia juga menyatakan tak tahu kapan ganti rugi bakal mengucur. Dia juga meminta Pertamina terbuka mengenai dampak lingkungan itu dan mendirikan posko kesehatan serta menyediakan air bersih untuk warga.

    "Pertamina tak boleh lepas tanggung jawab," ucap Cellica tenang pencemaran minyak mentah di pesisir Karawang.

    HISYAM LUTHFIANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.