Arief Poyuono Temui Moeldoko, Dahnil: Bukan Perintah Prabowo

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arief Poyuono. Dok TEMPO

    Arief Poyuono. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta-Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kedatangan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kamis, 1 Agustus 2019, bukan atas perintah Prabowo.

    "Mas Arief bertemu Pak Moeldoko sebagai pribadi, tidak sepengetahuan dan bukan utusan Pak Prabowo atau Gerindra," ujar Dahnil saat dihubungi wartawan.

    Menurut Dahnil, Prabowo tidak pernah mengutus siapa pun untuk bersilaturahmi dengan pihak mana pun. "Kalaupun ada beberapa komunikasi, ada beberapa pihak, tapi tidak secara spesifik Mas Arief yang diutus," ujar Dahnil.  Namun, Dahnil menyebut Gerindra tidak mempermasalahkan pertemuan itu.

    Arief Puoyono tiba di kantor Moeldoko sekitar pukul 12.14 WIB. Pertemuan berlangsung sekitar 45 menit. Kunjungan Arief ke KSP menimbulkan pertanyaan lantaran Gerindra bukanlah partai pendukung Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Dalam pemilihan presiden 2019 pun, Gerindra mengusung ketua umumnya, Prabowo Subianto, untuk kembali melawan Jokowi.

    Arief menampik bahwa pertemuan itu merupakan penjajakan koalisi. "Enggak ada. Dia sahabat saya, Pak Moeldoko. Sudah lama enggak ketemu. Ada kok WhatsApp-nya, dia ngajak makan siang aja," katanya saat ditemui di depan Kantor KSP, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

    Arief berujar dalam pertemuannya dengan Moeldoko tersebut statusnya tidak mewakili partai. Karena, kata dia, ia tidak perlu melapor ke DPP Gerindra. "(Bertemu) sebagai pribadi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.