Isran Noor: Yang Penting Ibu Kota Dipindah ke Kalimantan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur dan Wagub Kalimantan Timur, Isran Noor - Hadi Mulyadi, serta Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan, Herman Deru - Mawardi Yahya, berpose sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Gubernur dan Wagub Kalimantan Timur, Isran Noor - Hadi Mulyadi, serta Gubernur dan Wagub Sumatera Selatan, Herman Deru - Mawardi Yahya, berpose sebelum bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan tak masalah jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak memilih provinsinya sebagai Ibu Kota. "Saya tak masalah mau di Kaltim, di Kalteng, di Kalsel atau Kaltara. Bagi saya yang penting tetap di Kalimantan," kata dia, 1 Agustus 2019.

    Menurut mantan Bupati Kutai Timur itu apa yang dilakukan Presiden Jokowi untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan adalah suatu pilihan yang tepat karena memang posisinya di tengah tengah Indonesia.

    Ia kemudian membandingkan, bila menggunakan pesawat dari Jakarta ke Papua itu lama perjalannya memakan waktu hampir 7 jam. Namun bila dari Kalimantan hanya 3,5 jam. Demikian halnya bila dari Kalimantan ke Aceh juga sekitar 3,5 jam.

    Selain itu saat ini pembangunan infrastruktur di Jawa lebih besar bila dibandingkan dengan luar Jawa seperti Kalimantan, Maluku dan Papua .

    Pembangunan infrastruktur di Jawa baik dari dana APBN atau pinjaman porsinya mencapai sekitar 59 persen sementara di luar Jawa di bawah itu. Kalimantan menurut dia tak perlu porsi besar yang penting merata.

    "Jadi saya pikir apa yang dilakukan Pak Jokowi itu (memindahkan ibukota) ada sesuatu yang ingin dibuat sebagai sebuah warisan besar kebangsaan yang ditinggalkan dan akan dikenang rakyat Indonesia,"ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.