Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 29,5 Kilogram Sabu asal Negeri Jiran

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bea Cukai Tanjung Perak, gagalkan upaya penyelundupan sabu.

    Bea Cukai Tanjung Perak, gagalkan upaya penyelundupan sabu.

    INFO NASIONAL — Bea Cukai semakin jeli dalam mengawasi peredaran barang impor di wilayah Jawa Timur. Hal ini terbukti dari penindakan narkotika dari Malaysia dengan tujuan Pamekasan, Sampang, dan Jember. Modus penyelundupan tersebut, menggunakan barang kiriman melalui jasa titipan dan diberitahukan sebagai impor peralatan rumah tangga.

    Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Muhamad Purwantoro, mengungkapkan atas kasus ini jajarannya berhasil mengamankan 29,5 kilogram sabu. “Penindakan telah dilakukan sebanyak lima kali sejak bulan Februari hingga Juli 2019,” ungkap Purwantoro. Bea Cukai tidak bergerak sendiri dalam melakukan penindakan ini. “Petugas Bea Cukai berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Perak untuk melakukan pemeriksaan mendalam atas impor barang kiriman dimaksud,” ujar Purwantoro.

    Hasil pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah barang yang diduga NPP berupa methamphetamine HCl sebanyak 29.5 gram dalam 62 bungkusan yang disembunyikan di dalam ember Compound Cat, Tube Sealant, Botol Heavy Duty Grease (gemuk), serta Paket Deterjen dan Sabun.

    Saat ini barang bukti tersebut dilakukan pengambilan contoh dan uji di Balai Laboraturium Bea Cukai Kelas II Surabaya dinyatakan sebagai sabu (methamphetamine HCl ) dan termasuk dalam Narkotika Golongan I. “Terhadap barang bukti tersebut telah diserahterimakan kepada POLRES Pelabuhan Tanjung Perak guna pengembangan lebih lanjut,” ujar Purwantoro.

    Pelaku diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 113 yakni pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.