Kepala BNPB Resmikan Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, 49 tahun, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Ahad malam, 7 Juli 2019, sekitar pukul 19.50 WIB. TEMPO /  TAUFIQ SIDDIQ

    Jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, 49 tahun, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Ahad malam, 7 Juli 2019, sekitar pukul 19.50 WIB. TEMPO / TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meresmikan Ruang Serba Guna Dr Sutopo Purwo Nugroho di Lantai 15 Graha BNPB.

    Pemberian nama ruang ini sebagai bentuk penghormatan kepada Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho yang telah meninggal karena penyakit kanker paru pada 7 Juli 2019.

    Selain mengabadikan namanya sebagai ruang serba guna, Doni juga memberikan penghargaan Dharma Widya Argya untuk Sutopo yang diserahkan kepada Retno Utami, istri Sutopo. Keluarga Sutopo juga mendapatkan tabungan pendidikan Rp 200 juta dari BRI.

    Ia merupakan figur yang memberikan informasi kebencanaan secara cepat dan melawan kabar bohong yang beredar di masyarakat baik melalui kanal-kanal media sosial maupun media massa.

    Dedikasi dia dikenal hingga ke mancanegara, dan dia bisa berkomunikasi dengan lebih dari 2.000 wartawan dari dalam dan luar negeri untuk memberikan informasi kebencanaan.

    Meskipun didera kanker paru stadium IVB, Sutopo tetap menjalankan tugas memberikan informasi kebencanaan kepada media dan masyarakat. Salah satu pesan yang terkenal adalah "hidup bukan soal panjang pendek usia, melainkan seberapa besar kita bisa membantu orang lain".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.