Saat Lieus Sungkharisma Minta Prabowo Pulangkan Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Lieus Sungkharisma saat hendak meninggalkan Rutan Polda Metro Jaya karena penangguhan penahanannya diterima pada Senin, 3 Juni 2019. Tempo/Adam Prireza

    Aktivis Lieus Sungkharisma saat hendak meninggalkan Rutan Polda Metro Jaya karena penangguhan penahanannya diterima pada Senin, 3 Juni 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Lieus Sungkharisma menuntut Prabowo Subianto memulangkan Imam besar FPI Rizieq Shihab ke Tanah Air. "Habib sudah wajib dikembalikan (ke Indonesia). Tidak ada alasan," kata Lieus yang sempat terseret perkara makar itu dalam pertemuan dengan tokoh partai pro Prabowo di Yogyakarta, Rabu, 31 Juli 2019.

    Lieus mengatakan masih ingat keputusan Ijtima Ulama II pada butir 16 yang menyebut jika Prabowo menang di Pemilihan Presiden, maka Rizieq akan dijemput. "Terus kalau (Prabowo) sudah kalah (pilpres) tidak jadi jemput (Riziq)? Ya kalau kalah juga harus tetap jemput dong," ujar Lieus.

    Ia pun menyinggung pertemuan Prabowo dengan Jokowi di MRT, serta pertemuan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar. "Apalagi sudah makan nasi goreng, sudah makan sate," ujarnya.

    Lieus pun tak percaya alasan penghalang Rizieq untuk pulang adalah keharusan membayar denda terlebih dulu kepada pemerintah Arab Saudi karena ijin masa tinggalnya habis. Alasan ini pernah diungkap Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel tentang cara Rizieq Shihab jika ingin pulang ke Indonesia.

    "Kepulangan Rizieq ini bukan soal duit, tapi politik," ujar Lieus.

    Lieus pesimistis semangat rekonsiliasi yang digembar-gemborkan pemerintah dan elite pasca-Pilpres 2019 hanya mimpi saja ketika permintaan pemulangan Rizieq Shihab tak diwujudkan.

    "Ini (Rizieq) saja belum dikembalikan, terus sekarang FPI mau dibubarin, jangan keterlaluan lah, kalau mau rekonsiliasi hatinya musti bersih," ujarnya menyinggung belum terbitnya izin perpanjangan ormas FPI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.