BNPB: Terjadi 2.277 Bencana dari Januari Hingga Juli 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)

    Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Agus Wibowo mengatakan, selama Januari hingga Juli 2019 telah terjadi 2.277 bencana di Indonesia.

    "Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi, sedangkan dua persen adalah bencana geologi," kata Agus dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019.

    Bencana sepanjang Januari hingga Juli 2019 telah menyebabkan 388 orang meninggal, 27 orang hilang, 1.640 orang luka-luka, 2.187.229 orang mengungsi, 36.346 unit rumah rusak, dan 1.275 fasilitas umum rusak.

    Agus mengatakan yang paling banyak menyebabkan korban jiwa adalah banjir dan longsor di Sulawesi Selatan yang melanda 10 kabupaten/kota pada 22 Januari 2019. Akibat bencana itu 82 orang meninggal, tiga orang hilang, dan 47 orang luka.

    "Berdasarkan sebaran bencana per provinsi, yang paling banyak adalah Jawa Tengah dengan 615 kejadian, Jawa Barat 468 kejadian, Jawa Timur 284 kejadian, Sulawesi Selatan 107 kejadian, dan Aceh 104 kejadian," kata Agus.

    Sedangkan berdasarkan sebaran bencana per kabupaten/kota, yang paling banyak adalah Kota Semarang dan Kabupaten Bogor dengan 61 kejadian, Kabupaten Sukabumi 54 kejadian, Kabupaten Cilacap 51 kejadian, dan Kabupaten Garut 45 kejadian.

    Bila dibandingkan dengan kejadian serupa periode yang sama pada 2018, kejadian bencana meningkat 10,4 persen dari 2.062 kejadian menjadi 2.277 kejadian.

    "Jumlah korban meningkat tajam, dari sebelumnya 188 orang meninggal dan hilang menjadi 415 orang atau 120,7 persen, serta 522 orang luka-luka menjadi 1.640 orang atau 214,2 persen," ujar Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.