Gunung Kerinci Meletus, Pendaki Dilarang ke Puncak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arsip foto Gunung Kerinci saat mengeluarkan asap tebal yang terlihat dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, April 2016. Berdasarkan informasi dari Sultan Thaha BMKG Jambi, abu vulkanik terlihat sejak Sabtu, 29 September 2018, pukul 01.30 dinihari. Semburan abu vulkanik itu mengarah ke barat. Abu vulkanik terlihat hingga pukul 08.30. Dok.TEMPO/Febrianti

    Arsip foto Gunung Kerinci saat mengeluarkan asap tebal yang terlihat dari Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, April 2016. Berdasarkan informasi dari Sultan Thaha BMKG Jambi, abu vulkanik terlihat sejak Sabtu, 29 September 2018, pukul 01.30 dinihari. Semburan abu vulkanik itu mengarah ke barat. Abu vulkanik terlihat hingga pukul 08.30. Dok.TEMPO/Febrianti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung melaporkan kejadian erupsi atau letusan Gunung Kerinci di Jambi, Rabu, 31 Juli 2019. Waktu letusannya pada pukul 12.48 WIB. Tinggi kolom abu letusan yang teramati sekitar 800 meter dari puncak gunung berketinggian 3.805 meter dari permukaan laut itu.

    Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur. “Saat ini Gunung Kerinci berada pada status level II atau waspada,” katanya, Rabu, 31 Juli 2019.

    PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar gunungapi Kerinci dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunung. Luasan radiusnya mencapai tiga kilometer dari kawah aktif.

    Selain itu PVMBG merekomendasikan agar jalur penerbangan di sekitar gunung api Kerinci dihindari. “Karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan,” ujar Kasbani.

    Sebelumnya dilaporkan PVMBG, dari kemarin hingga Rabu pagi tadi Gunung Kerinci terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tebal. Tingginya sekitar 150 - 400 meter dari puncak.

    Catatan aktivitas Gunung Kerinci terkait penerbangan atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) sebelumnya pernah dikeluarkan PVMBG dengan kode warna jingga pada 7 Juni 2019 pukul 06:42 WIB. Peringatan itu terkait pengamatan emisi abu vulkanik berwarna kelabu pada pukul 06:04 WIB. Kolom abunya berketinggian sekitar 4.605 meter di atas permukaan laut atau sekitar 800 meter di atas puncak dan begerak ke arah timur .


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.