Koalisi Jokowi Bantah Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan soal Kabinet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Keduanya sempat mengikuti karnaval politik yang digelar sepanjang jalan dari Alun-Alun Kota Tangerang hingga ke pendapa. Istimewa

    Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Keduanya sempat mengikuti karnaval politik yang digelar sepanjang jalan dari Alun-Alun Kota Tangerang hingga ke pendapa. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding menampik kabar wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin tidak dilibatkan oleh presiden terpilih Jokowi dalam menyusun kabinet.

    "Yang saya tahu Kiai Ma'ruf dan Pak Jusuf Kalla diajak untuk mendiskusikan dan membicarakan soal formula susunan kabinet yang akan datang," kata Karding saat dihubungi, Rabu, 31 Juli 2019.

    Sebelumnya politikus PKS Hidayat Nur Wahid menyarankan agar Jokowi lebih aktif melibatkan Ma'ruf Amin dalam menyusun kabinet. Ia menyebut peran Ma'ruf dalam memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 yang dianggap efektif menarik suara di Jawa Timur dan Jawa Tengah karena daya tarik latar belakang Ma'ruf yang berasal dari Nahdlatul Ulama.

    Menanggapi hal tersebut Karding meminta agar partai-partai di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk tidak bicara mengenai penyusunan kabinet. "Sebaiknya teman-teman yang tidak mengerti masalah tidak bicara lah soal kabinet. Apa lagi berada di luar Koalisi Indonesia Kerja," tutur politikus PKB ini.

    Sekretaris Jenderal DPP PPP Asrul Sani pun mengatakan Ma'ruf Amin ikut memberikan masukan kepada Jokowi dalam menyusun kabinet. Jadi, "Pandangan yang melihat Kiai Ma'ruf Amin (KMA) tidak dilibatkan dalam penyusunan kabinet adalah keliru. KMA juga menyampaikan masukan dan diterima Jokowi," kata Asrul di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019.

    Dia menjelaskan saat ini Jokowi sedang menerima masukan atau usulan terkait postur kabinet maupun calon menteri yang akan menempati pos-pos kementerian. Jadi, saat ini belum dibahas apalagi diputuskan siapa saja yang menjadi menteri.

    "Saya yakin ketika sudah pada tahap pembahasan, Jokowi akan mengajak rembukan parpol maupun wapres terpilih," ujar dia. Namun Asrul mengaku tidak tahu persis apakah KMA mengusulkan nama-nama calon menteri kepada Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.