Planeterium Jakarta: Idul Adha Bersamaan dengan Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gedung Planetarium dan Observatorium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari pantauan Astronomis Planetarium dan Observatorium Jakarta perayaan Idul Adha 1440 H di Indonesia akan bersamaan dengan Arab Saudi yaitu Ahad, 11 Agustus 2019.

    “Idul Adha 1440 H di Indonesia akan bersamaan dengan Arab Saudi,” kata Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukkan dan Publikasi Planetarium Jakarta Eko Wahyud Wibowo seperti dikutip Antara, Rabu, 31 Juli 2019.

    Eko menjelaskan dari data Astronomis Planetarium dan Observatorium Jakarta menunjukkan posisi hilal pada 1 Agustus yang bertepatan dengan 29 Zulqaidah 1440 Hijriyah, pada saat matahari terbenam di wilayah Indonesia tinggi hilal sudah di atas 2 derajat (antara 2,08 s.d. 3,95 derajat).

    Sedangkan di titik pemantauan observasi Pelabuhan Ratu Jawa Barat, pada 1 Agustus menurut sistem Ephemeris Hisab Rukyat, Ghurub matahari (terbenam) pukul 17:55:23 WIB, ijtimak pukul 10:14:35 WIB, hilal terbenam pukul 18:11:06 WIB. Sedangkan tinggi hilal saat ghurub matahari 3,44 derajat dan jarak busur bulan-matahari 3,81 derajat.

    Data astronomis tersebut sudah memenuhi kriteria Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), maka menurut hisab 2 Agustus bertepatan dengan 1 Zulhijjah 1440 H. Adapun Hari raya Idul Adha 1440 H akan bertepatan dengan 11 Agustus.

    Akan tetapi secara resmi pihaknya tetap menunggu hasil sidang isbat atau penetapan awal bulan Zulhijah 1440 Hijriah/2019 Masehi pada 1 Agustus oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.