JK Anggap Polusi Udara Tinggi di Jakarta Tantangan Buat Anies

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat meninjau pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. Kalla mengatakan keberadaan MRT diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat meninjau pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. Kalla mengatakan keberadaan MRT diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menantang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan penduduknya untuk ikut mengubah tingginya polusi udara. Ini terkait posisi Jakarta yang masih menjadi kota dengan polusi udara tertinggi di dunia berdasarkan pantauan AirVisual.

    "Udara yang jelek karena kendaraan, jadi ada hubungannya dengan kemacetan, ada hubungannya dengan begitu banyak orang pake mobil. Jadi solusinya mengurangi mobil," kata JK saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juli 2019.

    Menurut Kalla, jika memang penyebab tingginya polusi adalah banyaknya kendaraan, maka Anies dan warga Jakarta punya kewajiban untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan.

    JK mengatakan ada satu solusi lain, yakni penggunaan mobil yang emisinya rendah. Ia berharap ke depannya standardisasi emisi gas buang Euro 4, bisa diterapkan di seluruh kendaraan di Indonesia.

    Saat ini Jakarta sudah memiliki sejumlah transportasi umum yang seharusnya bisa mereduksi jumlah mobil di jalanan. Namun, hal ini ternyata belum mampu mengubah ketergantungan masyarakat Jakarta terhadap penggunaan kendaraan pribadi.

    Karena itu, ia pun menyebut diperlukan gerakan nasional di antara masyarakat juga dengan kepala daerah untuk menguatkan kesadaran terkait hal ini. "Ini kan perilaku. Mau apapun gubernurnya, kalau perilaku (tak berubah, sama saja)," ujar JK.

    Dari data AirVisual, Air Quality Index atau AQI Jakarta berada di angka 216 per hari ini, Selasa, 30 Juli 2019. Ini artinya, kualitas udara Jakarta berada di level ungu atau sangat tidak sehat. Jakarta memang kerap menjadi kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.