Jenguk Buya Syafii, Paloh: Senior dan Deklarator Ormas NasDem

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, sebelum memberikan keterangan kepada awak media, di Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta, 31 Januari 2017. Surya Paloh menyatakan ambang batas pencapresan (Presidential Threshold) masih diperlukan di Pilpres 2019 mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, sebelum memberikan keterangan kepada awak media, di Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta, 31 Januari 2017. Surya Paloh menyatakan ambang batas pencapresan (Presidential Threshold) masih diperlukan di Pilpres 2019 mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyambangi Yogyakarta guna bertemu cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii.

    Surya mengatakan agenda utamanya ke Yogya memang menjenguk Buya di kediamannya di Sleman. Sebelumnya mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu dirawat di rumah sakit.

    "Saya ke Yogya untuk silaturahmi dan menjenguk senior saya, Buya, yang baru saja keluar dari rumah sakit," ujar Surya di Yogyakarta Selasa 30 Juli 2019.

    Paloh mengaku sudah cukup lama tak ke Yogya. Sehingga ketika mendengar Buya sakit ia berniat silaturahmi dan memberi dukungan doa dan semangat pada Buya.

    "Beliau kan salah satu senior yang cukup dekat dengan perjuangan terus-menerus yang dijalankan NasDem," ujar Paloh.

    Saat NasDem belum menjadi partai, ujar Paloh, Buya termasuk salah satu deklarator kelahiran ormas NasDem. Bersama sejumlah tokoh seperti Anies Baswedan, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, juga Khofifah Indar Parawansa.

    Setelah NasDem berevolusi menjadi partai, sejumlah deklarator itu tak terlibat lagi.
    "Jadi kami tetap menjaga hubungan baik, minta saran pandangan dari Buya," ujar Paloh.

    Paloh mengatakan dalam lawatannya ke kediaman Buya Syafii di Sleman ini pihaknya ingin mendiskusikan banyak hal.

    "Buya saya kenal sebagai tokoh yang sangat mampu memberikan pencerahan yang dibutuhkan komponen elemen bangsa. Saya menaruh harapan dan respect tinggi terhadap pikiran-pikiran dan pandangan beliau terhadap dinamika kebangsaan kita," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.