Muhammadiyah Tanggung Biaya Perawatan Kesehatan Syafii Maarif

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii di kediamannya di Yogyakarta, Jumat, 19 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii di kediamannya di Yogyakarta, Jumat, 19 April 2019. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Solo - Salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah menanggung biaya pengobatan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Syafii Ma'arif, yang biasa dipanggil dengan Buya Syafii selama menjalani perawatan di rumah sakit. "Seluruh beaya ditanggung Muhammadiyah," kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais saat ditemui di Solo, Selasa 30 Juli 2019.

    Syafii menjalani perawatan selama beberapa hari lantaran gangguan saluran kencing. Menurut Dahlan, hal itu merupakan sebuah bentuk penghormatan terhadap Syafii.

    Fasilitas itu tidak hanya diberikan untuk Syafii tapi juga untuk para mantan ketua umum maupun para sesepuh organisasi itu. "Kebetulan rumah sakit yang digunakan juga milik Muhammadiyah," ujar Dahlan.

    Selain menangggung beaya pengobatan, Muhammadiyah juga mengerahkan dokter terbaiknya untuk Buya. Buya Syafii dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman sejak Selasa pekan lalu, 30 Juli 2019. Dari hasil pemeriksaan medis, ia diketahui mengalami gangguan di saluran kencing.

    Sakit yang diderita Syafii kemungkinan disebabkan ada iritasi batu ginjal sebelah kanan, namun sudah dilakukan terapi ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) dengan gelombang kejut. Setelah menjalani perawatan, Syafii diperkenankan pulang dari rumah sakit Senin kemarin, 29 Juli 2019.

    Kabar sakitnya Syafii Maarif juga mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo. Dia mengirimkan tim dokter kepresidenan untuk membantu pengobatan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu. Jokowi juga mengaku terus mengikuti perkembangan kondisi kesehatan Buya Syafii.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.