Ridwan Kamil Prihatin Sekda Jawa Barat Jadi Tersangka Meikarta

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro bermain angklung saat menghadiri acara Wonderful Indonesia Festival Kampung Indonesia 2019 di Kungstradgarden, Swedia, 26 Juli 2019. Festival ini menawarkan keunikan tersendiri dibandingkan penyelenggaraan festival negara-negara lainnya, yaitu menghadirkan nuansa kampung halaman dan keramahan khas Nusantara di Negeri Bangsa Viking ini. Foto: KBRI Stockholm Swedia

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro bermain angklung saat menghadiri acara Wonderful Indonesia Festival Kampung Indonesia 2019 di Kungstradgarden, Swedia, 26 Juli 2019. Festival ini menawarkan keunikan tersendiri dibandingkan penyelenggaraan festival negara-negara lainnya, yaitu menghadirkan nuansa kampung halaman dan keramahan khas Nusantara di Negeri Bangsa Viking ini. Foto: KBRI Stockholm Swedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan prihatin atas kasus yang menimpa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

    "Untuk Pak Iwa Karniwa terkait permasalahan kasus pengembangan Meikarta yang merupakan dinamika sebelum kami. Maka kami prihatin dengan situasi seperti ini," kata Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil, saat jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa.

    Menurut dia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meninjau aspek hukum terlebih dahulu untuk dapat memutuskan pemberian bantuan hukum untuk Iwa. "Kami akan mengikuti aturan, sehingga belum bisa diputuskan akan dibantu atau tidak," kata dia.

    Dengan kasus yang menjerat Iwa, ia mengimbau agar para kepala daerah atau pun seluruh ASN agar lebih semangat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan profesional melayani.

    "Semoga semakin ke sini, Jabar semakin baik untuk penegakan hukum dan integritas, sehingga semakin hari kehidupan semakin baik," katanya.

    KPK menetapkan Iwa sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap izin proyek Meikarta. Iwa diduga menerima aliran suap dari proyek Meikarta sebesar Rp 900 juta terkait dengan pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Provinsi Jawa Barat.

    "Sejak 10 Juli 2019, KPK melakukan penyidikan untuk tersangka IWK (Iwa Karniwa), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat 2015 - sekarang, dalam perkara dugaan suap terkait dengan Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, di Gedung KPK Jakarta, Senin.

    Atas perbuatannya ,Iwa Karniwa diduga melanggar pasal pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.