Meningkat, Hari Ini Terpantau Ada 30 Titik Panas di Jambi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran hutan di Taman Nasional Berbak, Jambi. REUTERS/Andreas Sarwono

    Kebakaran hutan di Taman Nasional Berbak, Jambi. REUTERS/Andreas Sarwono

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau BMKG Sultan Thaha Jambi dari citra satelit Tera&Aqua dan Suomi NPP tercatat ada 30 titik pada Selasa, 30/7. Jumlah meningkat dibanding hari sebelumnya.

    Berdasarkan pantauan BMKG, pada pukul 05.00 WIB, sebaran titik panas itu, antara lain, 19 titik di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi, tiga titik di Desa Senyerang Tanjabbar, di Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjabtim.

    Kemudian empat titik di Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo, serta satu titik masing-masing di Kecamatan Cermin dan Gedang di Kabupaten Sarolangun.

    Sedangkan di Provinsi lainnya di Sumatera, titik panas di Riau terus meluas menjadi 60 titik. Kemudian di Kepulauan Bangka Belitung 16 titik, Bengkulu 1 titik, Kepri 3 titik, Lampung 8 titik, Sumbar enam titik, Sumsel delapan titik, dan Sumatera Utara enam titik.

    Kemarin Komandan Satgas (Dansatgas) Karhutla yang juga sekaligus Danrem 042 Gapu/Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy, mempertanyakan dua Kabupaten Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) dan Barat (Tanjabar) yang tidak menaikkan status siaga Karhutla di daerahnya. Padahal, kata dia, cukup banyak titik api di kedua wilayah tersebut.

    Kedua Kabupaten Tanjabbar dan Tanjabtim merupakan kabupaten yang memiliki titik api paling banyak di antara kabupaten lainnya di Provinsi Jambi. Menurut Elphis kebakaran yang melanda dua kabupaten itu banyak berada di kawasan gambut. Dia menegaskan telah menyiapkan personil untuk mengatasi karhutla. "Personil sudah siap, sewaktu waktu terjun ke lapangan," ujar dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.