Cerita JK Ekonomi Keluarganya Lebih Banyak Ditopang Usaha Istri

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (JK) merangkul istrinya, Mufidah Kalla saat berpose ketika mendapat kejutan ulang tahun di Jenewa, Swiss, Rabu dinihari, 15 Mei 2019 waktu setempat. Foto: Tim Media Setwapres RI

    Wapres Jusuf Kalla (JK) merangkul istrinya, Mufidah Kalla saat berpose ketika mendapat kejutan ulang tahun di Jenewa, Swiss, Rabu dinihari, 15 Mei 2019 waktu setempat. Foto: Tim Media Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menceritakan bahwa perekonomian keluarganya lebih banyak ditopang dari penghasilan istrinya, Mufidah, sebagai pengusaha.

    "Saya di Jakarta ini kalau dihitung berdasarkan penghasilan sebagai wapres tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan istri pengusaha," kata JK di Rakernas IV Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia di The Media Hotel, Jakarta, Senin, 29 Juli 2019.

    JK mengatakan bahwa ibunya, Athirah Kalla, juga pernah menjadi penopang perekonomian keluarga ketika usaha keluarganya mengalami krisis.

    Athirah Kalla saat itu menjadi pengusaha sarung sutra, perhiasan, dan menjalankan usaha rental mobil. Pada 1960-an, ketika Indonesia mengalami krisis, bisnis Hadji Kalla, ayah JK, turut terdampak dan tidak berjalan. Di saat itu, usaha Athirah lah yang menjadi penopang hidup keluarga.

    Menurut JK, pengusaha wanita juga mendapat penghargaan dari negara. Misalnya, tokoh pejuang kemerdekaan, Rasuna Said, yang namanya diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Jakarta. Rasuna Said, kata JK, merupakan pengusaha wanita. "Setahu saya tidak ada jalan pengusaha laki-laki di Jakarta. Tapi yang ada jalan pengusaha wanita," ujarnya,


  • JK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.