Dahnil Anzar dari Tukang Parkir Menjadi Jubir Prabowo Subianto

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dahnil Anzar Simanjuntak mengepalkan tinjunya saat memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019. Kegiatan dengan anggaran Rp 2 miliar ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dahnil Anzar Simanjuntak mengepalkan tinjunya saat memenuhi panggilan kepolisian terkait kasus dugaan korupsi dana Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017 di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019. Kegiatan dengan anggaran Rp 2 miliar ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Beberapa waktu lalu, Dahnil sempat dipanggil Polda Sumatera Utara terkait dugaan kasus makar. Namanya juga sempat disebut-sebut dalam dugaan perkara penyimpangan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Dahnil sempat beberapa kali dipanggil Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya terkait perkara ini.

    Seusai menjalani pemeriksaan pada 7 Februari lalu, Dahnil menanggapi enteng. "Polisi sedang menguji daya tahan saya, lagi lucu-lucuan," kata Dahnil di Polda Metro Jaya.

    Setelah pilpres rampung, Dahnil mengaku mempertimbangkan kemungkinan bergabung dengan Partai Gerindra. Dia juga mengaku dicalonkan oleh pengurus Gerindra di Medan untuk maju sebagai calon wali kota di pemilihan kepala daerah 2020 nanti.

    "Partai Gerindra di sana yang mendorong, kemudian relawan-relawan. Kami akan bicarakan lebih lanjut," kata Dahnil kepada Tempo pada Sabtu, 6 Juli lalu.

    Ihwal kepastian bergabung dengan Gerindra dan maju pilwakot, Dahnil Anzar mengatakan ingin mengembangkan bisnisnya terlebih dulu. Pria yang gemar terhadap vespa ini diketahui juga menjalankan bisnis kuliner.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.