GP Ansor Harap Jokowi Beri NU Posisi Ideal: Jangan Itu-itu Saja

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) berserta jajaran pengurus pusat GP Ansor saat memberikan keterangan pers terkait insiden pembakaran bendera bertulikan kalimat Tauhid oleh Banser NU, Rabu 24 Oktober 2018, di PP Ansor Jakarta Pusat. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (tengah) berserta jajaran pengurus pusat GP Ansor saat memberikan keterangan pers terkait insiden pembakaran bendera bertulikan kalimat Tauhid oleh Banser NU, Rabu 24 Oktober 2018, di PP Ansor Jakarta Pusat. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Malang - Ketua Umum Gerakan Pemuda atau GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan banyak kader Nahdlatul Ulama (NU) yang siap untuk mengisi kursi menteri di kabinet Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. 

    "Kami berharap, besok pemerintahan Jokowi ini, akan memberikan porsi NU pada posisi strategis, jangan itu-itu saja," kata Yaqut, usai menghadiri Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor XIV Provinsi Jawa Timur, di Kota Malang, Ahad, 28 Juli 2019.

    Yaqut mengatakan selama ini, NU selalu diposisikan untuk mengisi kursi Menteri Agama, Menteri Desa, atau Menteri Tenaga Kerja. Padahal, kata dia, banyak kader NU yang memiliki banyak pengalaman dan kualitas untuk mengisi kursi menteri sektor strategis.

    Kursi sektor strategis tersebut, kata Yaqut, seperti Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Energi atau Sumber Daya Mineral (ESDM). "Saya ini di Komisi VI, yang mengurusi BUMN, tapi bukan berarti saya minta menteri BUMN lho ya, ini contoh," kata Yaqut sembari tertawa.

    Ia meyakini bahwa pada saat Presiden Jokowi menunjuk salah satu kader NU untuk mengisi kursi menteri, tidak ada satu kader NU yang akan menolak. Karena semua kader NU wajib menjalankan tugasnya dan tidak pernah menolak.

    "Jika ini tugas, Ansor akan menolak mundur. Saya yakin, NU akan mendapatkan representasi dalam kabinet, karena selama ini ikut berjuang," kata Yaqut.

    Saat ini, NU tengah tengah menggodok nama-nama kandidat yang akan diusulkan kepada Jokowi - Ma'ruf Amin untuk mengisi kursi kabinet. Nama-nama tersebut, akan ditentukan untuk posisi mana saja yang sesuai dengan pengalaman kandidat.

    Sementara itu, menanggapi peranan oposisi dari partai politik yang ada, menurut Ketua Umum GP Ansor ini menuturkan hal tersebut merupakan hal yang lumrah. Bahkan, peran oposisi diperlukan untuk mengawasi kinerja pemerintah. "Hidup itu perlu keseimbangan, seperti juga peran oposisi, itu diperlukan untuk mengawasi kinerja pemerintah," tutup Yaqut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?