Anaknya Masuk Bursa Wali Kota, Jokowi: Kaum Muda Punya Peluang

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak sulung dan bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep membawa pisang yang dibeli dari Pasar Gede Solo, Ahad, 9 Juni 2019. Jokowi bersama keluarganya berbelanja di Pasar Gede Hardjonagoro Solo. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Anak sulung dan bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep membawa pisang yang dibeli dari Pasar Gede Solo, Ahad, 9 Juni 2019. Jokowi bersama keluarganya berbelanja di Pasar Gede Hardjonagoro Solo. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Sukoharjo - Nama anak sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming, banyak di sebut-sebut menjelang pemilihan wali kota Surakarta yang akan berlangsung tahun depan. Sebuah survei yang dilakukan Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo memunculkan namanya sebagai salah satu orang yang memiliki peluang besar.

    Jokowi menyebut bahwa keluarga tidak akan memaksa Gibran untuk terjun ke bidang politik. "Kalau saya, ya, terserah anaknya," kata Jokowi saat ditemui di warung ayam goreng Mbah Karto Tembel, Sukoharjo, Ahad 28 Juli 2019.

    Menurut Jokowi, selama ini anak-anaknya cukup mandiri dalam menentukan pilihan dan sikap. Salah satunya adalah saat anak-anaknya memilih untuk berbisnis mandiri di bidang kuliner. "Disuruh ngurusi pabrik (mebel) juga tidak mau," katanya.

    Meski demikian, dia menyebut bahwa saat ini jalur politik banyak diisi oleh kaum muda. "Memang ke depan anak muda yang akan pegang peran," ujar Jokowi. Anak muda selalu memiliki respons yang cepat untuk menghadapi perubahan.

    Bahkan, saat ini juga banyak anak muda yang mampu menduduki jabatan penting, termasuk wali kota. "Saya kira sama lah, di semua negara seperti itu," katanya.

    Dalam survei yang dilakukan oleh Unisri tersebut, Gibran bersaing cukup ketat dari sisi popularitas dengan Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo. Namun, dia masih kalah dari sisi elektabilitas dan akseptabilitas.

    Sebagai catatan, pemilik katering Chilli Pari tersebut saat ini masih berusia 31 tahun. Sedangkan Achmad Purnomo telah berusia 70 tahun. Purnomo memiliki latar belakang akademisi dan pengusaha serta aktif di berbagai organisasi sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.