Istana Puji Percobaan Bus Listrik oleh Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus Listrik milik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melintas saat pra-uji coba di kawasan Monas, Jakarta, Ahad, 19 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Bus Listrik milik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melintas saat pra-uji coba di kawasan Monas, Jakarta, Ahad, 19 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi I Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo memuji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mencoba penggunaan bus listrik. Menurut dia, langkah itu bisa memperbaiki kualitas udara.

    "Pemakaian percobaan bis listrik layak mendapatkan apresiasi," kata Darmawan dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 28 Juli 2019.

    Ia menjelaskan pemakaian mobil listrik bisa mengurangi emisi sebesar 30 persen dan bisa membuat udara lebih bersih. "Sementara biaya operasional mobil listrik 50 persen lebih murah dari kendaraan yang menggunakan BBM (bahan bakar minyak),” ucap Darmawan.

    Darmawan berujar pemerintah pusat mendorong energi terbarukan di Indonesia untuk penyediaan tenaga listrik dengan mengurangi pemakaian batubara sekitar 58 persen. Dalam sepuluh tahun mendatang, komitmen terhadap energi terbarukan, berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik targetnya diperbaharui menjadi 16,7 GW. "Ini terkait dengan komitmen sebesar 23 persen pemakaian energi terbarukan yang tengah dituju," kata Darmawan.

    Menurut Darmawan, yang tak kalah penting adalah perlu kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan juga pegiat lingkungan seperti Walhi guna bersama-sama mengatasi masalah kualitas udara Ibu Kota.

    Kualitas udara di Jakarta belakangan ini menjadi sorotan. Pasalnya, berdasarkan pemantauan AirVisual, kualitas udara Ibu Kota beberapa kali menjadi yang terburuk di dunia.

    Pagi hari ini saja, seperti dikutip dari Antara, kualitas udara Ibu Kota DKI Jakarta kembali memburuk. Pukul 08.00 WIB tercatat 189 kategori tidak sehat dengan parameter PM 2.5 konsentrasi 128,5 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

    Ketika menggunakan acuan US AQI maka hasil analisa pencemaran udara untuk parameter PM 2.5 dengan konsentrasi 0-10 ug/m3 termasuk kategori sedang, lalu 36 hingga 55 ug/m3 kategori tidak sehat untuk kalangan tertentu.

    Kemudian, 56-65 ug/m3 adalah kategori tidak sehat, 66-100 ug/m3 kategori sangat tidak sehat dan 100 ug/m3 ke atas kategori berbahaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.