Psikotes Capim KPK untuk Menjaring Sosok yang Beremosi Stabil

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat calon pimpinan KPK mengikuti ujian kompetensi di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Ujian kompetensi ini diikuti oleh sebanyak 192 orang kandidat calon. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kandidat calon pimpinan KPK mengikuti ujian kompetensi di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. Ujian kompetensi ini diikuti oleh sebanyak 192 orang kandidat calon. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) akan menggelar psikotes pada Ahad, 28 Juli 2019. Tes tahap ketiga dari rangkaian seleksi ini akan digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Negara, Cilandak, Jakarta Selatan.

    "Test Psikologi Capim KPK akan dilaksanakan hari minggu," seperti tertulis dalam undangan tes tersebut, Sabtu, 28 Juli 2019. Tes rencananya akan dimulai pukul 08.00, pagi ini dan diikuti 104 capim KPK. Mereka adalah peserta yang dinyatakan lolos pada tahap uji kompetensi.

    Anggota pansel KPK, Hamdi Muluk mengatakan psikotes dilakukan untuk menjaring capim dengan personalitas terbaik. Hamdi menuturkan kriteria pertama seorang calon pemimpin KPK harus cerdas. Termasuk bagaimana kemampuan orang itu dalam mengidentifikasi, menganalisis dan memecahkan masalah. Hal itu bakal bisa dilihat melalui psikotes.

    Tak cuma cerdas, psikotes juga dilakukan untuk menjaring capim yang memiliki stabilitas emosi ketika bekerja dalam tekanan. "Kalau orang ini ditekan, apa dia stabil, apa dia ngamuk, atau tetap tenang," kata dia, 18 Juli 2019.

    Nama-nama capim KPK periode 2019-2023 telah diumumkan. Jumlahnya ada 104 orang, di antaranya ada 9 anggota Polri, 3 pensiunan Polri, 7 hakim, 2 mantan hakim, 4 jaksa, 2 pensiunan jaksa, 19 dosen, 11 advokat, 4 auditor, 14 unsur KPK, 3 orang komisioner Komisi Kejaksaan dan Kompolnas, 10 PNS, 3 pensiunan PNS, 13 lain-lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.