Dulu Bersaing dengan Jokowi, Purnomo Kini Bersaing dengan Gibran

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming dalam acara pembukaan gerai ketujuh Ternakopi di Mall of Indonesia, Jakarta. 18 Mei 2019. TEMPO.CO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming dalam acara pembukaan gerai ketujuh Ternakopi di Mall of Indonesia, Jakarta. 18 Mei 2019. TEMPO.CO/Sarah Ervina Dara Siyahailatua

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo bersaing ketat dengan Gibran Rakabuming dalam survei Kepemimpinan Kota Surakarta 2020-2024 yang dilakukan oleh Universitas Slamet Riyadi. Empat belas tahun silam, Purnomo pernah bersaing dengan ayah Gibran, Joko Widodo atau Jokowi dalam pemilihan Wali Kota Surakarta periode 2005-2010.

    Pada saat itu, pasangan Achmad Purnomo-Istar Yuliadi yang diusung oleh Partai Amanat Nasional hanya mampu meraup 29 persen suara. Sedangkan pasangan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi pemenang dengan meraup 36,6 persen suara.

    Meski pernah bersaing dalam pemilihan, hubungan Purnomo dengan Jokowi maupun Rudyatmo cukup baik. Selain dikenal sebagai pengusaha dan akademisi, Purnomo cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial di kota tersebut.

    Saat Rudyatmo menjabat sebagai wali kota menggantikan Jokowi yang berhasil memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Purnomo juga dipercaya mengisi kursi wakil wali kota yang kosong. Selanjutnya pasangan Rudyatmo-Purnomo mampu memenangi pemilihan Wali Kota Surakarta 2015.

    Sedangkan saat ini Purnomo bersaing ketat dengan Gibran Rakabuming dalam survei Kepemimpinan Kota Surakarta 2020-2024 yang dilakukan oleh Universitas Slamet Riyadi. Hanya saja, Purnomo enggan menanggapi survei tersebut. "Itu survey eksternal," katanya, Sabtu 27 Juli 2019.

    Menurutnya, dia merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan selalu melaksanakan perintah partai. "Jika partai menugaskan kepada saya untuk maju, ya saya akan berusaha keras," kata mantan dosen Universitas Gadjah Mada itu. Sebaliknya, dia juga akan mendukung calon lain yang mendapat rekomendasi jika dia tidak ditugaskan untuk maju dalam bursa pemilihan wali kota.

    Usianya yang sudah 70 tahun menurutnya bukan penghalang untuk terus berkarier di bidang politik. "Yang penting sehat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?