Ganjar Pranowo: Bupati Kudus Ini Orang Nekat, Cenderung Dableg

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Kudus, Muhammad Tamzil (tengah) dikawal petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. Bupati Kudus ditangkap terkait dugaan pemberian suap dalam pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Bupati Kudus, Muhammad Tamzil (tengah) dikawal petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 27 Juli 2019. Bupati Kudus ditangkap terkait dugaan pemberian suap dalam pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, nekat. Menurut Ganjar, selama ini kepala daerah diawasi oleh delapan institusi.

    "Kalau hari ini ada yang korupsi itu keberaniannya sudah melebihi yang lain, karena sudah diawasi delapan institusi dan masyarakat terbuka. Tetapi ini masih jalan, maka nyalinya dahsyat, luar biasa," katanya di Wonosobo, Sabtu 27 Juli 2019.

    Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti tradisi cukur rambut gembel di Alun-Alun Wonosobo. "Saya ingin mengatakan ini orang nekat dan cenderung dableg," katanya.

    Ganjar menuturkan setiap dirinya melantik kepala daerah selalu menyampaikan jaga integritas, kerja sama dengan KPK, LHKPN didorong. Ia juga meminta kepala daerah dari awal ikut pelatihan anti korupsi di KPK.

    "Namun ternyata sikap individu dan pikiran termasuk mindset di masing-masing ternyata sulit. Maka kalau semua sudah sulit dikasih tahu, dilatih tidak bisa, OTT memang menjadi obat mujarab," katanya.

    Bupati Kudus M Tamzil ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK pada Jumat, 26 Juli 2019. KPK telah menetapkan Tamzil sebagai tersangka. Dalam catatan Tempo, Tamzil sebelumnya pernah dipenjara karena kasus korupsi. Bupati yang didukung Partai Hanura dan Partai Bulan Bintang itu rupanya tak kapok. Ia kembali terjerat rasuah jual beli jabatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.