Kasus Polisi Tembak Polisi, Brigadir Rangga Ditetapkan Tersangka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di Kantor Polsek Cimanggis pasca penembakan anggota polisi pada Kamis malam, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Suasana di Kantor Polsek Cimanggis pasca penembakan anggota polisi pada Kamis malam, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Jumat, 26 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri telah menetapkan Brigadir Rangga Tianto sebagai tersangka dalam kasus polisi tembak polisi. Rangga bakal dijerat pasal pembunuhan. Ia terbukti telah menembak mati rekannya sesama polisi Brigadir Kepala Rahmat Effendy di kantor Kepolisian Sektor Cimanggis, Depok pada Kamis 25 Juli 2019.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyatakan Brigadir Rangga Tianto juga sudah ditahan. “Brigadir RT sudah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah ditahan atas dasar kasus pembunuhan,” ujar Asep saat dikonfirmasi, pada Sabtu, 27 Juli 2019.

    Asep mengatakan, penetapan tersangka tersebut menjadi pertimbangan sanksi keanggotaan Brigadir Rangga. Apalagi Brigadir Rangga terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
    “Pasal yang dikenakan 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ucap Asep.

    Kejadian polisi tembak polisi itu bermula ketika Bripka Rahmat menangkap FZ, yang merupakan keponakan dari Brigadir Rangga. FZ sebelumnya terlibat tawuran di wilayah Depok pada 25 Juli 2019. Orang tua FZ lalu datang ke Polsek Cimanggis bersama Brigadir Rangga dan seorang anggota polisi lainnya.

    Brigadir Rangga kemudian meminta kepada Bripka Rahmat agar FZ dilepaskan dan dibina oleh orang tuanya. Bripka Rahmat menolak permintaan itu.

    "Obrolan itu menjadi obrolan yang memanas, karena tadi Bripka RE inginnya diproses," ucap Asep. Tak lama setelah cekcok, Brigadir Rangga menembakkan pistolnya ke tubuh Bripka Rahmat. Asep menyebut tujuh dari sembilan peluru ditembakkan. Bripka Rahmat tewas dengan luka tembak di antaranya pada dada, leher, paha, dan perut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.