Sudah Tertawa Lagi, Buya Syafii: Kata Dokter Saya Tahan Sakit

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cendekiawan Muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii | Pribadi Wicaksono | Tempo

    Cendekiawan Muslim Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii | Pribadi Wicaksono | Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii sudah mulai pulih kesehatannya setelah dirawat di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, akibat sakit.

    Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu pun sudah tampak bisa berjalan saat dijenguk Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada Sabtu siang 27 Juli 2019.

    "Kemarin (rasanya) sakit sekali di sini, tapi kata dokter saya termasuk orang tahan sakit, he-he-he..," ujar Buya sambil menunjuk bagian perutnya di sela pertemuan dengan Pratikno di RS PKU Muhammadiyah Gamping.

    Buya menuturkan sakit yang dialaminya kemungkinan karena pengaruh usianya. "Udah sepuh (tua), sakit itu terasa Selasa (23 Juli 2019), lalu (saat buang air kecil) keluar darah waktu di kamar mandi," ujar Buya.

    Dari hasil pemeriksaan medis sebelumnya, Buya dideteksi mengalami gangguan di saluran kencing. Ia dilarikan ke rumah sakit PKU Gamping hari itu juga dan pada Jumat petang, 26 Juli 2019, ia mendapatkan penanganan medis di RS Hardjo Lukito Yogya.

    Dokter spesialis urolog yang menangani Buya, Prahara Yuri mengatakan secara umum kondisi Buya sudah membaik. "Buya bisa beraktivitas secara normal, melanjutkan pengobatan selanjutnya," ujarnya.

    Yuri menambahkan sakit yang diderita Buya Syafii berupa keluhan karena saat buang air kecil berdarah. Hal itu kemungkinan disebabkan ada iritasi batu ginjal sebelah kanan, namun sudah dilakukan terapi ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) dengan gelombang kejut.

    "Alhamdulillah pagi ini sudah keluar (batunya). Nanti kami membantu pecahan batu keluar semua," ujarnya.

    Yuri belum bisa memastikan berapa hari lagi Buya harus dirawat untuk membersihkan sisa batu ginjalnya.

    Meski kondisi membaik, Buya Syafii masih diminta tinggal di RS PKU Gamping hingga dua-tiga hari ke depan.

    "Sesuai rekomendasi dokter, mungkin dua-tiga hari lagi (Buya) sudah boleh pulang setelah kondisinya benar benar membaik," ujar Hepy Setyo Dewanto, Humas RS PKU Muhammadiyah Gamping.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.