Jokowi Sebut Kekuatan Koalisi Indonesia Kerja Sudah Cukup

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Ratas itu membahas perkembangan pembangunan Pembangkit LIstrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta penanganan sampah di Indonesia. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Ratas itu membahas perkembangan pembangunan Pembangkit LIstrik Tenaga Sampah (PLTSa) serta penanganan sampah di Indonesia. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan hingga kini belum ada pembahasan tentang penambahan partai politik anggota Koalisi Indonesia Kerja. Ia berdalih menunggu pertemuannya dengan seluruh pimpinan partai politik pendukungnya.

    "Belum dibicarakan. Kami ketemu komplit saja belum," katanya di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.

    Kendati belum pernah membahas, Jokowi merasa kekuatan KIK yang terdiri dari lima partai di Senayan dan lima lainnya di luar parlemen ini sudah cukup kuat. "Kalau tanya kekuatan, sudah cukup," ujarnya.

    Penambahan anggota KIK terus berhembus setelah pemilihan presiden selesai. Hal ini terlihat dari pertemuan antara Jokowi dengan pimpinan partai-partai oposisi seperti Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono; dan terakhir pertemuan di MRT dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

    Namun internal KIK dikabarkan tak satu suara. Senin kemarin, empat ketua umum, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Suharso Monoarfa, bertemu di kantor DPP NasDem. Mereka sepakat tidak perlu ada anggota baru di KIK. Namun pertemuan ini tidak dihadiri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

    Dua hari kemudian, Megawati menerima kunjungan rival Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamannya. Pertemuan hanya antara dua pihak, yakni PDIP dan Partai Gerindra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.