Kader Muhammadiyah Bisa Isi Enam Posisi Menteri

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar konferensi pers bertajuk Damai Pasca Pemilu di Kantor PP Muhammadiyah di Yogya Kamis (18/4/2019). Tempo/Pribadi Wicaksono

    Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar konferensi pers bertajuk Damai Pasca Pemilu di Kantor PP Muhammadiyah di Yogya Kamis (18/4/2019). Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh Muhammadiyah Abdullah Sumrahadi mengatakan kader-kader Muhammadiyah setidaknya bisa mengisi enam posisi menteri di Kabinet Kerja II jika diminta Presiden Joko Widodo. "Kalau menyebut nama terlalu sensitif ya, tetapi kalau kementerian, ada beberapa yang bisa," kata Abdullah Sumrahadi di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.

    Enam posisi menteri itu adalah menteri pendidikan, menteri kesehatan, menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi. Selanjutnya, posisi Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, dan satu posisi lagi berbentuk badan, yaitu Badan Ekonomi Kreatif.

    Meskipun Muhammadiyah memiliki kader yang layak berada di jajaran menteri, tentunya pilihan kembali kepada Presiden, pemilik hak prerogatif. "Posisi menteri itu adalah posisi strategis karena mereka adalah implementator dan eksekutor dari visi yang ingin diterjemahkan dalam program nyata Presiden," ujarnya.

    Nama-nama yang menjadi calon menteri dalam kabinet di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo mulai hangat diperbincangkan beberapa pekan terakhir. Bahkan daftar nama calon menteri Kabinet Kerja Jilid II yang belakangan dikonfirmasi sebagai informasi hoaks sempat beredar di media sosial.

    Banyak pihak seakan tidak sabar ingin tahu lebih cepat siapa yang akan ditunjuk Presiden Jokowi untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya di jajaran kabinet, sehingga belakangan memunculkan prediksi dari para pakar.

    Catatan Koreksi:

    Judul berita ini telah diubah. Mohon maaf atas kesalahan pada judul sebelumnya. Terima kasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.