Demokrat: Politik Nasi Goreng Pernah Dilakukan SBY - Prabowo

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

    Pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Prabowo Subianto. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut politik nasi goreng yang mewarnai pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bukan hal baru. Menurut dia, politik nasi goreng juga terjadi antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto dalam pertemuan di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

    "Pernah juga muncul waktu Pak SBY di Cikeas bertemu dan silaturahminya juga bagus," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019. SBY menjamu Prabowo dengan nasi goreng di kediamannya di Puri Cikeas pada Juli 2017. Kala itu keduanya membicarakan Undang-undang Pemilu yang mensyaratkan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen.

    Meski demikian Hinca mengapresiasi pertemuan Prabowo dan Megawati yang berlangsung kemarin di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Menurut dia, pertemuan itu baik sebagai bentuk silaturahmi antarpemimpin. "Itu menggambarkan kepada kita semua, pemimpin bisa duduk (bersama) dan saya menghargai, mengapresiasi itu."

    Hinca juga mengungkit pertemuan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan keluarga Megawati sebelumnya. Dia membandingkan kegaduhan yang mengiringi pertemuan AHY-Mega dan Prabowo-Mega.

    "Kalau lihat kemarin waktu Mas AHY ketemu, banyak yang ribut dan gaduh. Kalau kali ini, kan, enggak gaduh. Jadi ternyata Pak Prabowo belajar juga sama Mas AHY," kata dia mengklaim .

    Hinca enggan berkomentar ketika disinggung kemungkinan Gerindra bergabung ke koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurut dia, di masa-masa ini Jokowi sedang menjajaki segala kemungkinan untuk menyusun pemerintahannya mendatang.

    Hinca pun menilai lazim jika terjadi banyak pertemuan dan komunikasi politik di antara pelbagai pihak. Dia menganggap dialog-dialog semacam itu memang selayaknya terjadi.

    "Kita dorong saja perjumpaan-perjumpaan itu untuk mendapatkan yang terbaik. Siapa itu? Ya kembali pada kewenangan dan hatinya Pak Jokowi. Istilahnya belanja, shopping untuk cari orang, pergi ke sana ke sini, menerima sana menerima sini," kata Hinca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.