Airlangga Yakin Dapat 60 Persen Lebih Suara Sah di Munas Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto optimistis mendapat lebih dari 60 persen dukungan dalam bursa calon ketua umum pada musyawarah nasional (Munas) mendatang. "Ya mungkin lebih kalau 60 persen," kata Airlangga di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

    Airlangga mengatakan, masih ada waktu beberapa bulan hingga pelaksanaan Munas Golkar pada Desember 2019. Ia mengaku tidak khawatir meski calon lawannya, Bambang Soesatyo, sudah gencar mencari dukungan. "Munas kan masih Desember, jadi tenang-tenang saja," ujarnya.

    Bambang Soesatyo sendiri makin sering melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional. Misalnya, pria yang akrab disapa Bamsoet itu bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, pada Senin, 15 Juli 2019. Setelah bertemu Jokowi, Bamsoet sowan kepada Presiden RI ketiga BJ. Habibie. Bamsoet juga sowan kepada politikus senior Golkar, Fahmi idris.

    Jumlah suara sah di dalam Munas Golkar nanti, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, DPD tingkat II 514 suara, DPD I 34 suara, DPP I, ormas pendukung 10, dan Dewan Pembina I.

    Situasi politik Partai Golkar menghangat menjelang berakhirnya masa kepemimpinan Airlangga di 2019 ini. Kubu Bambang Soesatyo mendesak musyawarah nasional segera digelar. Sedangkan, kubu Airlangga berkukuh agar Munas Golkar dilaksanakan Desember 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.