Wali Kota Payakumbuh: Layanan Publik untuk Kesejahteraan Warga

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Payakumbuh Riza Falepi saat menerima penghargaan dari 
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo diacara IAA 2019 di Jakarta. Selasa (23/07/2019).

    Walikota Payakumbuh Riza Falepi saat menerima penghargaan dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo diacara IAA 2019 di Jakarta. Selasa (23/07/2019).

    INFO NASIONAL — Aparat pemerintah adalah abdi masyarakat. Untuk itu, layanan harus diberikan sebaik mungkin dan memenuhi kebutuhan warga. Hal inilah yang selalu diupayakan Pemerintah Kota Payambuh, Sumatera Barat, dalam menjalankan roda pemerintahan. 

    “Tidak hanya kecepatan dan kualitas layanan, kami juga memperhatikan keramahan pegawai, pakaian yang mereka gunakan, bahkan kami minta mereka menggunakan parfum. Intinya warga harus nyaman,” ujar Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.

    Selain pembenahan sistem, untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, pembinaan berkala selalu dilakukan kepada sekitar 3.000 aparat pemerintah kota. Wali kota lulusan Magister Tekno Ekonomi Institut Teknologi Bandung ini juga turun ke lapangan, mengecek, dan memastikan layanan berjalan dengan baik.

    “Untuk pembuatan akta kelahiran misalnya, kami di Payakumbuh (melakukan) ‘jemput bola’. Aparat mendata dan mendatangi keluarga yang anaknya belum punya akta. Pembuatan KTP juga cepat, paling lama 15 menit selesai. Layanan air bersih juga bisa dikatakan sudah menjangkau 100 persen warga,” ujar Riza.

    Layanan perizinan di Payakumbuh juga berjalan dengan baik. Kota ini, melalui Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP), pernah mendapat penghargaan Investment Award karena dinilai memiliki komitmen tinggi dalam pengelola investasi dan perizinan. “Ini menunjukkan perizinan di Kota Payakumbuh adalah salah satu yang paling sesuai dengan standar yang ditetapkan BKPM,” kata Riza. 

    Cara Kota Payakumbuh dalam melayani warganya mendapat apresiasi positif dewan juri Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019. Kota yang terletak sekitar 123 kilometer di sebelah utara Kota Padang ini memenangkan penghargaan grade Platinum Kota dengan Layanan Publik Terbaik kategori Kota Kecil ajang penghargaan yang diselenggarakan Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group. Plakat dan piagam penghargaan diserahkan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo kepada Riza Falepi di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019. 

    Riza mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterima. Ia berharap apresiasi ini akan makin meningkatkan kinerja aparat dalam memberi layanan kepada masyarakat. “Terima kasih kepada penyelenggara, ini adalah upaya yang baik dari media untuk mengangkat daerah-daerah yang memang bekerja bersungguh-sungguh dan serius,” ujar Riza.

    Untuk lebih meningkatkan pelayanan, Pemerintah Kota Payakumbuh sedang mempersiapkan Mal Pelayanan Publik yang akan diresmikan pada September 2019 mendatang. Layanan di tempat ini berbasis digital dengan sejumlah aplikasi penunjang kinerja aparat. “Tempat ini kami persiapkan dengan rencana yang baik dan matang sehingga nanti benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Riza.

    Muara layanan publik menurut Riza adalah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi kota yang terkenal dengan oleh-oleh galamai (dodol khas Padang) ini termasuk salah satu yang tertinggi di Sumbar, sekitar 6,5 persen per tahun. Namun, ia menilai angka 6,5 persen belum bisa meningkatkan kemakmuran warga dalam waktu jangka pendek. “PR kami saat ini adalah menciptakan basis-basis pertumbuhan baru. Ini tantangan kita ke depan,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.