Surya Paloh Singgung Dukung Anies Baswedan, PDIP: Fokus Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri dialog kebangsaan yang digelar oleh GMNI di Jakarta Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri dialog kebangsaan yang digelar oleh GMNI di Jakarta Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh yang menyebut akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pernyataan Surya ini kemudian dikaitkan sebagai dukungan untuk 2024.

    PDI Perjuangan mengatakan mereka belum memikirkan langkah di 2024, karena mempersiapkan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin terlebih dulu.

    “Nanti tanya ke Pak Surya Paloh. Kalau kami mempersiapkan bagaimana Pak Jokowi menjadi presiden bersama Ma’ruf Amin agar betul-betul membawa kemajuan untuk negeri,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019.

    Anies Baswedan mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat NasDem dan bertemu Surya Paloh pada Rabu siang, 24 Juli 2019. Selepas pertemuan ini, dalam konferensi pers, Surya menyatakan mendukung lahir batin bila Anies mencalonkan diri di 2024 sebagai calon presiden.

    “Iya pasti lah (mendukung Anies). Lahiriyah batiniyah,” kata Surya di DPP NasDem, Jalan Suroso, Gondangdia, Jakarta, Rabu, 24 Juli 2019.

    Hasto mengatakan, setiap partai memiliki strategi menyongsong 2024. Namun bagi PDI Perjuangan saat ini fokusnya untuk menopang pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin yang baru saja terpilih.

    “PDI Perjuangan dengan kongres ini seluruh jajaran stuktural partai mampu menjadi penopang utama Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin untuk menjalankan kepercayaan rakyat. Karena kemenangan rakyat itu membuat tanggung jawab bagi masa depan itu konsentrasi utama PDIP,” kata dia.

    Pernyataan Surya Paloh itu menurut Hasto bukan merupakan sikap koalisi. Melainkan pernyataan dari NasDem dan Surya Paloh saja. Meski koalisi dipimpin Jokowi, namun itu sejauh dalam rangka menjalankan visi misi presiden. Sedangkan partai bergerak sesuai dengan agendanya masing-masing.

    “Koalisi dipimpin oleh Pak Presidwn tapi pergerakanan itu dalam rangka menjalankan visi misi presiden dan kemudian setiap partai tetap bergerak dengan agendanya,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.