Kepemimpinan Hendi Bawa Kota Semarang Raih Tiga Penghargaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali kota Semarang Hendrar Prihadi memperoleh penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2019.

    Wali kota Semarang Hendrar Prihadi memperoleh penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2019.

     INFO NASIONAL — Dalam beberapa bulan terakhir, eksistensi Kota Semarang dengan program-program pembangunan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terus diakui dan mendapat apresiasi dari beberapa pihak. Bukan hanya di tingkat nasional saja, namun juga di tingkat internasional.

    Setelah memperoleh penghargaan dari European Society for Quality Research kategori Kota Terbaik dalam inisiasi strategi manajemen organisasi di Berlin, Jerman pada awal Juli lalu, Kota Semarang pada Selasa 23 Juli 2019 kemarin kembali meraih tiga penghargaan sekaligus pada momen yang berbeda.  

    Tak tanggung-tanggung, Kota Semarang meraih penghargaan Gold untuk kategori Infrastruktur setelah melalui sejumlah tahap penilaian oleh tim juri Indonesia's Attractiveness Award (IAA) 2019. Penghargaan ini sukses diraih Kota Semarang karena dinilai berhasil membangun infrastruktur yang mampu berdampak positif terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah yang sangat baik. Keberhasilan infrastruktur tersebut yang kemudian juga menjadi daya tarik investasi daerah untuk semakin bertumbuh.

    Penilaian juga didasarkan pada PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) suatu wilayah. Di mana, 136 kabupaten/kota lolos menjadi nominator hingga kemudian ditetapkan Kota Semarang sebagai kota peraih penghargaan Gold kategori Infrastruktur oleh PT Tempo Inti Media Tbk, di Hotel Pullman Jakarta, 23 Juli 2019.

    Pembangunan infrastruktur yang unggul, tak membuat Kota Semarang lupa dengan pentingnya membangun kenyamanan dan kondusivitas bagi warganya. Terbukti, di ajang hari peringatan Anak Nasional yang berlangsung di lapangan Karebosi Makassar, penghargaan Kota Layak Anak kategori Nindya disematkan kepada Kota Semarang karena dinilai memiliki komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap pemenuhan hak-hak anak.

    Untuk penghargaan IAA sendiri, diserahkan oleh Guru Besar Universitas Indonesia yang juga salah satu juri, yaitu Prof. Martanti Huseini kepada Wali Kota Semarang yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu. Sedangkan, penghargaan Kota Layak Anak (KLA) diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise kepada wali kota yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, M Khadik.

    Sebelumnya, tiga tahun berturut-turut Kota Semarang dianugerahi penghargaan KLA kategori Pratama. Kemudian meningkat menjadi kategori Madya di tahun 2018. Dan, di tahun 2019 ini, kembali meningkat menjadi kategori Nindya. Keberhasilan ini diterima setelah tahapan penilaian online, evaluasi administrasi, serta verifikasi lapangan yang melibatkan LSM, baik dunia usaha maupun sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang.

    Komitmen terhadap pemenuhan hak anak ini juga tampak pada pembangunan sejumlah ruang publik seperti Taman Bumirejo Pudakpayung yang juga diapresiasi dengan adanya penghargaan/sertifikat RBRA (ruang bermain ramah anak) yang diserahkan kepada Disperkim Kota Semarang.

    Di tempat terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat, OPD dan stakeholder yang secara bersama-sama melaksanakan tugas fungsinya dengan baik. "Konsep bergerak bersama yang kita usung di dalam membangun Kota Semarang telah membuahkan hasil yang positif. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Kota Semarang, OPD, dan juga stakeholder yang telah berperan aktif di dalam melaksanakan program-program pembangunan. Tiga penghargaan yang kita raih bersama pada hari ini menjadi bukti bahwa langkah kita sudah on the right track. Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan," ujar Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.