Warga Purbalingga Histeris Saksikan Rekonstruksi Pemakan Mayat

Reporter

Editor


TEMPO Interaktif, Purbalingga:Rekontruksi kasus kanibalisme di Purbalingga, sabtu (18/1) mendapat perhatian masyarakat. Meski rekontruksi dilakukan pagi pukul 06.30, warga tetap tahu adanya acara yang digelar aparat Polres Purbalingga. Warga tampak histeris menyaksikan pelaku kanibal memperagakan cara menyayat dan mengunyah makhluk sesamanya. Saat memperagakan kembali memakan daging Mbah Rinah (81), Sumanto (32 tahun) warga Desa Plumutan RT 5 RW 5 Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, tampak tidak canggung. Dengan cekatan, Sumanto mempraktekkan cara dia menggali kubur lalu mengakut mayat Mbah Rinah hingga ke rumahnya. Sumanto juga tampak tenang ketika diminta mempraktekkan menyayat alat kemaluan serta menguliti bagian paha dan tulang kering. Rekosntruksi dilakukan di dua tempat yaitu di kuburan Dusun Srengseng Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon serta di Desa Plumutan Kecamatan Kemangkon. Di dua tempat itu, masyarakat tampak memadati lokasi rekosntruksi untuk menyaksikan cara Sumanto membongkar kuburan serta memangsa mayat Mbah Rinah. Dalam rekonstruksi itu terungkap, Sumanto menggali kuburan seorang diri. Dengan dua tangannya, ia menggali kuburan. Setelah mayat Mbah Rinah dikeluarkan dari liang kubur, kain kafan yang membalutnya dilucuti dan ditinggalkan begitu saja. Mayat kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik lalu diangkut dengan sepda onthel menuju rumahnya yang berjarak sekitar 1.,7 km. Setelah di Plumutan, Sumanto meletakan mayat Mbok Rinah di pekarangan rumahnya. Lalu, sambil duduk Sumanto menyayat daging mayat itu dengan sebilah pisau. Yang pertama dilakukan adalah mengiris daging kemaluan Mbok Rinah. Kemudian memotong bagian tulang kering kaki dan memisahkannya dari tubuhnya. Saat diminta memperagakan cara memakan daging mayat, para pengunjung dibuat merasa jijik. Meski alat peraga dalam rekonstruksi itu hanya dari daging dan tulang sapi mentah, Sumanto tampak antusias melakukannya. "Sengaja kita lakukan rekonstruksi pagi-pagi sekali untuk menghidari kerumunan warga. Namun kenyataannya, masyarakat tetap banyak yang melihat. Untungnya, rekontsruksi berlangsung lancar," kata Kpaolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Sofyan Abadi, saat mempimpin acara tersebut. Seperti diberitakan, setelah mayat Mbah Rinah yang belum sampai 24 jam dikubur di kuburan Desa Majatengah, warga setempat dibuat geger karena kuburan Mbah Rinah sudah acak-acakan. Mereka lebih dibuat gegr lagi ternyata mayat Mbah Rinah sudah lenyap. Namu dua hari setelah hilangnya mayat Mbah Rinah, polisi berhasil menangkap Sumanto yang ternyata seorang kanibal. Menurut pengakuannya, Sumanto sedikitnya telah menyantap tiga manusia. Sejauh ini, polisi belum percaya jika korban Sumanto hanya tiga orang seperti yang diakuinya. Menurut Kapolres, jumlah korban bisa bertambah mengingat adanya laporan masyarakat yang kehilangan anggotanya. "Seperti tukang pijat, Mistam, dilaporkan hilang setelah memijat tersangka. Dan indikasinya, kita menemukan pakaian Mistam di rumah tersangka itu," kata Kapolres. Syaiful Amin --- TNR





Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

7 menit lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


PBB Menyelidiki Kemungkinan Kejahatan Perang oleh Mali dan Grup Wagner

8 menit lalu

PBB Menyelidiki Kemungkinan Kejahatan Perang oleh Mali dan Grup Wagner

Grup Wagner, dan tentara pemerintah Mali diduga terlibat dalam pembantaian ratusan orang di Moura, Mali, tahun lalu.


Kepala Polisi Inggris Minta Maaf atas Tragedi Hillsborough setelah 34 Tahun

10 menit lalu

Kepala Polisi Inggris Minta Maaf atas Tragedi Hillsborough setelah 34 Tahun

Sejumlah 97 pendukung Liverpool tewas akibat saling berjejalan dalam Tragedi Hillsborough pada semifinal Piala FA 1989.


Ramai Dugaan Korupsi BTS 4G Kominfo, Kenali Jeroan Tower BTS

11 menit lalu

Ramai Dugaan Korupsi BTS 4G Kominfo, Kenali Jeroan Tower BTS

Di luar soal perkara dugaan korupsi BTS, terdapat sembilan komponen penting yang harus dimiliki oleh tower BTS.


Mengapa Buruk Dampaknya Jika Terbiasa Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain?

19 menit lalu

Mengapa Buruk Dampaknya Jika Terbiasa Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain?

Terus membandingkan diri sendiri dengan orang lain sama saja mengabaikan potensi yang dimiliki


Atasi Insomnia, Aman Mengonsumsi Suplemen Melatonin Tiap Malam?

20 menit lalu

Atasi Insomnia, Aman Mengonsumsi Suplemen Melatonin Tiap Malam?

Semua yang perlu Anda ketahui tentang kebiasaan mengonsumsi suplemen melatonin setiap malam.


Jokowi Minta PSI Ikuti Langkahnya dengan Ahok Saat Pilkada DKI

22 menit lalu

Jokowi Minta PSI Ikuti Langkahnya dengan Ahok Saat Pilkada DKI

Presiden Jokowi meminta PSI mengikuti langkahnya saat maju di Pilkada DKI 2014 bersama Ahok. Ia mengatakan ciptakan tren kemeja kotak-kotak.


Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

25 menit lalu

Perlunya Peran Orang Tua Memberikan Pendidikan Seksual Dini pada Anak

Orang tua berperan besar dalam memberikan edukasi terkait pendidikan seksual pada anak sejak usia dini. Ini tujuannya.


Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Sultan HB X : Wewenang Pemerintah Pusat

27 menit lalu

Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Sultan HB X : Wewenang Pemerintah Pusat

Sultan Hamengku Buwono X merespon santai usulan penghapusan jabatan gubernur yang dilontarkan Muhaimin Iskandar.


ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta, Wisatawan Bisa Belajar Membatik Sampai Buat Wayang

36 menit lalu

ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta, Wisatawan Bisa Belajar Membatik Sampai Buat Wayang

ASEAN Tourism Forum 2023 ini menjadi ajang strategis mengangkat potensi ekonomi dan wisata Yogyakarta seluas-luasnya kepada dunia internasional.