Tepis Isu Tsunami, BNPB Gelar Ekspedisi Destana di DIY

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 BNPB memasang rambu peringatan tsunami di kawasan wisata Pantai Tambak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 19 Juli 2019. (Instagram/BNPB)

    Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 BNPB memasang rambu peringatan tsunami di kawasan wisata Pantai Tambak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 19 Juli 2019. (Instagram/BNPB)

    TEMPO.CO, Jakarta - Informasi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengenai potensi gempa dan tsunami yang akan terjadi di wilayah Selatan Jawa belakangan memicu keresahan warga. Untuk menekan keresahan tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyelenggarakan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami.

    Rencananya Ekspedisi Destana di DIY ini diadakan 24-29 Juli 2019 yang terbagi dalam empat titik, antara lain, iGunungkidul (Desa Songbanyu, Pantai Saden), Bantul (Desa Kemadang, Desa Poncosari, Pantai Kuwaru), dan Desa Bugel di Kulon Progo.

    Selama Ekspedisi Destana, di empat titik tersebut akan diadakan beberapa kegiatan seperti sosialisasi tentang penanggulangan bencana, penguatan kapasitas aparatur desa, dan penilaian ketangguhan desa. Lalu ada juga pentas seni rakyat, olahraga bola ketangguhan dengan masyarakat, dan pemutaran film kebencanaan dan penjelasan oleh ahli.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY Biwara Yuswantana, menuturkan upaya Destana ini juga dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami. "Upaya ini juga sebagai bukti bahwa pemerintah ikut hadir di desa-desa rawan bencana," ujar dia Selasa 23 Juli 2019.

    Rangkaian Destana akan diikuti oleh 80 orang tim pusat, 75 tim provinsi, dan 45 tim dari kabupaten. Relawan tersebut melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas relawan, dan Lembaga-lembaga seperti PMI.

    Saat ini delapan Destana sudah terbentuk di Bantul, sepuluh di Kulon Progo dan sebelas di Gunungkidul. Kegiatan Destana akan diupayakan melalui program sosialisasi kajian, penyusunan rencana, pembentukan forum, pemasangan jalur evakuasi, dan gladi kotor serta gladi lapang untuk standar pembentukan Destana.

    “Melalui upaya itu, desa memiliki kapasitas untuk merespon apabila terjadi bencana, dalam hal ini yaitu gempa dan tsunami,” ujar Biwara.

    Setiap titik akan ada 200 orang yang bertugas. Semua perguruan tinggi negeri akan nada KKN tematik yang diarahkan pada setiap Destana. Saat ini, Destana di DIY sudah mencapai angka 261 di seluruh desa di DIY dengan target 301 Destana yang akan selesai pada tahun 2021.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.