Dewan Pers: Tempo Sudah Muat Hak Jawab Chairawan, Tak Bisa Pidana

Eks Komandan Tim Mawar Mayor Jenderal TNI (Purn) Chairawan tiba di Gedung Dewan Pers, untuk melaporkan pemberitaan di Majalah Tempo di Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2019. TEMPO/Andita Rahma

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan mantan Komandan Tim Mawar Mayjen TNI (Purn) Chairawan tak bisa membawa permasalahan dengan Majalah Tempo ke ranah pidana. Sebab, media ini sudah memuat hak jawab hasil mediasi antara Dewan Pers, Tempo, dengan Chairawan.

"Seharusnya sih tidak bisa ya. Menurut UU Pers dan berbagai ketentuan di Dewan Pers," ujar Djauhar saat dihubungi, Selasa, 23 Juli 2019 malam.

Djauhar mengatakan, seluruh kasus pers yang selesai di Dewan Pers, tidak perlu diperpanjang lagi. Bahkan, dia menyebut sebelumnya belum pernah ada yang membawa kasus pers ke ranah pidana setelah media sudah memuat hak jawab.

"Biasanya setelah kesepakatan, ya sudah penyelesaian damai. Dengan diterbitkannya hak jawab maka selesai persoalan gugatan atas pemberitaan tersebut," kata Djauhar.

Sebelumnya, untuk keempat kalinya Chairawan menyambangi Bareskrim Mabes Polri berniat melaporkan Majalah Tempo. Ia mengaku, kedatangannya itu untuk berdiskusi sekaligus melengkapi syarat mengadukan Majalah Tempo atas pemberitaan pasukan yang pernah ia komandoi itu.

"Saya mau buat surat ke Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) dengan tembusan Kepala Kepolisian RI supaya nanti jatuhnya adalah apa disposisi tentang kasus ini pidananya," kata Chairawan pada Senin, 22 Juli 2019.

Chairawan masih mempersoalkan pemberitaan Majalah TEMPO edisi 10 Juni 2019 berjudul 'Tim Mawar dan Kerusuhan Sarinah'.  "Iya meski sudah muat hak jawab, sudah ada permintaan maaf, tapi kan itu perdata bukan pidana," kata Chairawan. 

Permasalahan ini sebenarnya sudah dimediasi oleh Dewan Pers. Berdasarkan Undang-Undang Nomor Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap sengketa terkait pemberitaan harus dimediasi terlebih dahulu di Dewan Pers.

Setelah beberapa kali pertemuan antara Majalah Tempo dengan kubu Chairawan, Dewan Pers memutuskan bahwa laporan Majalah Tempo tersebut adalah karya jurnalistik. 

Dalam putusan tersebut, Dewan Pers menyebut bahwa Majalah Tempo sudah memuat berita dengan berimbang melalui verifikasi mendalam dari berbagai sumber. Keberimbangan antara lain dilakukan dengan mewawancarai atau meminta klarifikasi pihak-pihak yang diberitakan. Selain itu, Dewan Pers menyebut bahwa berita terkait kerusuhan 22 Mei ini juga memiliki unsur kepentingan publik. 

Selain itu, Dewan Pers menyebut kegiatan jurnalistik yang dilakukan Tempo dengan menggali banyak informasi dari pelbagai sumber dan narasumber pun sudah tepat karena bagian dari proses jurnalistik.

Namun, Dewan Pers tetap meminta Tempo untuk memuat hak jawab dari Chairawan terkait penggunaan kata Tim Mawar tidak tepat. Sebab, tim yang terlibat Penculikan Aktivis 1998 ini sudah bubar. Tempo pun sudah memuat hak jawab Chairawan pada edisi 13 Juli 2019.






Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

20 menit lalu

Pendiri Majalah Tempo Goenawan Mohamad Raih Penghargaan The Japan Foundation Awards 2022

Goenawan Mohamad menjadi salah seorang penerima The Japan Foundation Awards 2022. Begini profil GM, pendiri Majalah Tempo.


Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

9 hari lalu

Mengenal Utuy Tatang Sontani, Generasi Sastrawan yang Tak Bisa Pulang Setelah G30S

Sastrawan Utuy Tatang Sontani tak bisa pulang setelah G30S. Ia dari Peking kemudian tinggal di Moskow, Rusia hingga wafatnya.


18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

11 hari lalu

18 Tahun Munir Diracun: Misteri Kematian Ongen Latuihamallo Saksi Kunci Pembunuhan Munir

Teka-teki kematian Munir telah 18 tahun. Ongen Latuihamallo saksi kunci pembunuhan aktivis HAM itu, ditemukan tewas saat menyetir mobil.


PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

11 hari lalu

PKKMB Politeknik Tempo, Dirut Tempo: Media Tidak Netral, tapi Objektif dan Independen

Dirut Tempo Inti Media Arif Zulkifli berbagi pengalaman dengan para mahasiswa baru Politeknik Tempo Angkatan 2022/2023 pada PKKMB hari keempat.


Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

13 hari lalu

Pengenalan Mahasiswa Baru Politeknik Tempo, Redaktur Tempo Ajak Mahasiswa Perangi Hoaks

Para Mahasiswa baru Politeknik Tempo angkatan 2022/2023 mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua pada Selasa, 13 September 2022.


Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

20 hari lalu

Bambang Widjojanto Mengenang Aktivis HAM Munir: Saya Meminta Munir Gabung di YLBHI Jakarta

Sesama aktivis HAM, Bambang Widjojanto mengenang kematian Munir 18 tahun lalu. Saat itu sebagai Ketua YLBHI, ia meminta Munir gabung di Jakarta.


18 Tahun Kematian Munir, Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis HAM Itu dengan Racun Arsenik

20 hari lalu

18 Tahun Kematian Munir, Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis HAM Itu dengan Racun Arsenik

Munir Said Thalib, aktivis HAM pendiri IKontraS dibunuh dengan racun arsenik saat penerbangan Jakarta - Belanda 18 tahun lalu. Siapa dalangnya?


Diduga Bantu Muluskan Skenario Ferdy Sambo, Ini Profil Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

20 hari lalu

Diduga Bantu Muluskan Skenario Ferdy Sambo, Ini Profil Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta diduga turut membantu memuluskan skenario yang dirancang Ferdy Sambo. Berikut ini profil Irjen Nico Afinta.


Eksklusif, Fahmi Alamsyah 2 Kali Temui Ferdy Sambo

25 hari lalu

Eksklusif, Fahmi Alamsyah 2 Kali Temui Ferdy Sambo

Fahmi Alamsyah sempat dua kali bertemu dengan Ferdy Sambo. Ikut merancang bahan untuk siaran pers kasus kematian Brigadir J.


Mengenang Pemikiran Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid

28 hari lalu

Mengenang Pemikiran Cendikiawan Muslim Nurcholis Madjid

hari ini, 29 Agustus 2005 silam, cendekiawan muslim Nurcholis Madjid meninggal di RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bagaimana pemikiran Cak Nur.