Tolak Anggota Baru Koalisi Pendukung Jokowi, PKB: Sudah Banyak

Presiden Joko Widodo makan malam bersama enam pimpinan partai politik, yaitu (kiri Jokowi) Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan (kanan Jokowi) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 23 Juli 2018. Dok: Agus Suparto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar setuju anggota partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf, kini pasangan presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024, tak perlu ditambah. Alasannya, anggota koalisi yang sekarang dan telah mengantar memenangi pilpres lalu sudah banyak.

"Saya setuju, ini sudah banyak," kata Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa 23 Juli 2019.

Muhaimin menilai kebersamaan dengan partai di luar koalisi bisa tetap terjalin tanpa mereka masuk koalisi. "Meski tentu butuh waktu," katanya kagi

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate mengatakan empat partai pengusung Jokowi-Ma'ruf tak berpikir untuk melebarkan koalisi. Dia menunjuk kepada partai dari eks pendukung Prabowo-Sandiaga.

Menurut Johnny, hal itu dibahas dalam pertemuan empat ketua umum di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta pada Senin malam, 22 Juli 2019. Pertemuan justru menggarisbawahi prioritas menjaga soliditas koalisi. 

Pertemuan Senin malam lalu melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Johny menuturkan, keempat ketua umum itu berpandangan bahwa koalisi saat ini berbeda dengan selepas pemilihan presiden 2014 lalu. Saat itu koalisi Jokowi dinilai tak cukup kuat lantaran tidak disokong mayoritas partai di parlemen. 






Sambut HUT TNI ke-77, Presiden Jokowi Pimpin Parade Senja di Kemenhan

3 jam lalu

Sambut HUT TNI ke-77, Presiden Jokowi Pimpin Parade Senja di Kemenhan

Presiden Jokowi memimpin parade senja dan upacara penurunan bendera di Kementerian Pertahanan.


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

5 jam lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


Presiden Jokowi akan Pimpin Jajak Pasar IKN Pertengahan Oktober Ini

6 jam lalu

Presiden Jokowi akan Pimpin Jajak Pasar IKN Pertengahan Oktober Ini

Dalam jajak pasar itu, Jokowi akan berdialog langsung dengan calon investor yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di IKN.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

7 jam lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

7 jam lalu

Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

Gugatan terhadap Jokowi soal ijazah palsu diajukan oleh seorang bernama Bambang Tri Mulyono ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Bolsonaro Berjaya dalam Pemilu Legislatif Brasil, Bisa Kalah dari Lula di Pilpres Putaran Kedua

8 jam lalu

Bolsonaro Berjaya dalam Pemilu Legislatif Brasil, Bisa Kalah dari Lula di Pilpres Putaran Kedua

Presiden Jair Bolsonaro dan sekutunya menguasai Kongres Brasil dengan menguasai separuh kursinya, meski bisa kalah dari Lula di Pilpres putaran kedua


Gara-gara Pantun, Ridwan Kamil Diundang Prabowo ke Hambalang

10 jam lalu

Gara-gara Pantun, Ridwan Kamil Diundang Prabowo ke Hambalang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diundang ke rumah Prabowo di Hambalang pada Ahad lalu. Dia sempat membicarakan soal Pemilu dengan Prabowo.


Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

10 jam lalu

Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan telah berkomunikasi dengan berbagai tokoh politik terkait langkah politiknya di masa mendatang.


Freeport Janji Beri Manfaat Langsung ke Pemerintah RI Senilai US$ 80 Miliar hingga 2041

11 jam lalu

Freeport Janji Beri Manfaat Langsung ke Pemerintah RI Senilai US$ 80 Miliar hingga 2041

CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengungkapkan, PT Freeport Indonesia telah memberikan banyak keuntungan ekonomi terhadap pemerntah Indonesia sejak 1992 hingga 2021.


Jokowi Minta TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesaikan Tugas Dalam Satu Bulan

12 jam lalu

Jokowi Minta TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesaikan Tugas Dalam Satu Bulan

Mahfud Md mengatakan Presiden Jokowi memberi target TGIPF Tragedi Kanjuruhan menyelesaikan investigasnya selama satu bulan.