Tak Ingin Tambah Anggota, NasDem Sebut Koalisi Jokowi Sudah Sehat

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate (kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) menunjukkan berkas pendaftaran Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate (kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) menunjukkan berkas pendaftaran Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate mengatakan empat partai pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak berpikir untuk melebarkan koalisi dengan menambah partai baru dari eks pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Johnny, hal ini dibahas dalam pertemuan empat ketua umum di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta pada Senin malam, 22 Juli 2019.

    "Kami belum berpikir sekalipun untuk mengembangkan atau melebarkan koalisi, yang ada justru menjaga soliditas koalisi," kata Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2019.

    Pertemuan Senin malam lalu melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

    Johny menuturkan, keempat ketua umum itu berpandangan bahwa koalisi sudah solid dan sehat. Dia menyebut kondisi saat ini berbeda dengan selepas pemilihan presiden 2014 lalu di mana koalisi Jokowi tak cukup kuat lantaran tidak disokong mayoritas partai di parlemen. Saat ini, ujar Johny, koalisi Jokowi sehat dan kuat.

    "Jangan ada virus-virus yang membuat koalisinya menjadi lemah. Nah itulah kira-kira untuk menjaga agar koalisinya kuat," kata dia.

    Selepas pertemuan para ketua umum itu, Johnny berujar para petinggi partai akan bertemu secara rutin. Ke depannya, partai-partai koalisi Jokowi ini akan membahas paket pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Johnny mengatakan mereka telah sepakat membicarakan penyusunan paket pimpinan MPR bersama-sama.

    "Empat partai sepakat bahwa penyelesian formasi calon pimpinan MPR sebagai satu paket ya akan dibicarakan secara musyawarah dan konsesus bersama-sama calon dari DPD," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.